Perubahan desain pada pekerjaan struktur sering terjadi selama pelaksanaan proyek konstruksi dan berdampak pada perubahan kuantitas pekerjaan serta biaya konstruksi. Perhitungan secara konvensional yang masih mengacu pada gambar dua dimensi berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian akibat keterbatasan dalam mengidentifikasi setiap elemen struktur. Penelitian ini bertujuan menerapkan Building Information Modeling (BIM) 5D sebagai solusi dalam menangani perubahan desain melalui pemodelan ulang struktur, perhitungan Quantity Take-Off (QTO), dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa gambar kerja, dokumen perubahan desain, dan standar detail struktur, serta wawancara dengan pihak kontraktor. Pemodelan dilakukan menggunakan software Cubicost Take-off Architecture Structure (TAS), Take-off Reinforced Bar (TRB), dan Take-off Bill of Quantity (TBQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM menghasilkan perbedaan biaya sebesar Rp832.857.039 atau sekitar 4,32% dibandingkan metode konvensional. Penerapan BIM 5D mampu mengintegrasikan proses pemodelan, perhitungan kuantitas, dan biaya sehingga mendukung pengelolaan perubahan desain secara lebih efektif pada proyek konstruksi.
Copyrights © 2026