Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Permasalahan Dalam Pengawasan Pengecekan Pada Proyek Pembangunan Graha Pemuda Kompleks Katedral Jakarta Ratfiano Nugroho; Raihan Kazam Meindito; Ulfiah Utari; Irika Widiasanti; Zikril Hakim
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i1.15619

Abstract

Pada proyek-proyek konstruksi di lapangan, saat proses konstruksi maupun pasca konstruksi sering kali dapat kita jumpai beragam permasalahan, salah satunya adalah kerusakan hasil pengecoran beton. Permasalahan pengecoran pada sebuah proyek konstruksi gedung bertingkat adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi karena mengakibatkan hasil pengecoran yang tidak baik berupa keretakan, kekurangan kuat tekan, dan kekurangan kuat tarik. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengevaluasi serta memberikan solusi agar tidak terulang permasalahan pengecoran yang serupa. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan cara literatur jurnal-jurnal dan penelitian terdahulu. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam pengecoran diperlukan perencanaan dengan baik terkait penjadwalan dan kebutuhan yang berkaitan dengan pengecoran. Persiapan yang baik dan tepat dalam melakukan pekerjaan pengecoran akan meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kualitas gedung
Penanganan Keretakan Pelat Lantai 2 Pada Proyek Pembangunan Eka Hospital Juanda Ulfiah Utari; Adhi Purnomo; Rezi Berliana Yasinta
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20055

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan pesat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit yang menuntut standar teknis tinggi. Bangunan rumah sakit harus memenuhi persyaratan kekuatan struktural, keamanan, kenyamanan, serta kontinuitas operasional. Salah satu elemen vital adalah pelat lantai yang berfungsi mendistribusikan beban dari aktivitas medis maupun peralatan berat. Namun, dalam praktik konstruksi sering ditemukan permasalahan berupa keretakan pada pelat beton bertulang yang dapat menurunkan kinerja struktural, durabilitas, dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Eka Hospital Juanda dengan fokus pada identifikasi, analisis, dan perbaikan keretakan pelat lantai 2. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan kontraktor, serta telaah literatur. Hasil pengamatan menunjukkan keretakan non-struktural tingkat 4 dengan kedalaman ≥ 0,41 mm, yang disebabkan oleh penyusutan plastis, pembebanan dini, dan proses curing yang tidak optimal. Divisi Quality Control (QC) berperan penting dalam mendokumentasikan ketidaksesuaian melalui Non-Conformance Report (NCR) serta memastikan tindakan korektif dilakukan sesuai standar mutu. Metode perbaikan menggunakan grouting dengan material Sikagrout 215 dan pengikat Sikadur 752, melalui tahapan pembobokan, pembersihan, pelapisan, penambalan, dan curing. Inspeksi pasca-perbaikan menunjukkan hasil yang efektif dalam mengembalikan fungsi struktural. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi penyebab retak, penerapan QC yang ketat, serta metode perbaikan sistematis merupakan langkah krusial untuk menjaga mutu, memperpanjang umur layanan, dan menjamin keselamatan bangunan rumah sakit. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi solusi teknis dengan manajemen mutu dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan yang berkelanjutan
Penerapan BIM 5D dalam Menangani Permasalahan dari Perubahan Desain Pekerjaan Struktur pada Proyek X Ulfiah Utari; Adhi Purnomo; Rezi Berliana Yasinta; Lenggogeni; Irika Widiasanti; Mirara Khanza
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan desain pada pekerjaan struktur sering terjadi selama pelaksanaan proyek konstruksi dan berdampak pada perubahan kuantitas pekerjaan serta biaya konstruksi. Perhitungan secara konvensional yang masih mengacu pada gambar dua dimensi berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian akibat keterbatasan dalam mengidentifikasi setiap elemen struktur. Penelitian ini bertujuan menerapkan Building Information Modeling (BIM) 5D sebagai solusi dalam menangani perubahan desain melalui pemodelan ulang struktur, perhitungan Quantity Take-Off (QTO), dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa gambar kerja, dokumen perubahan desain, dan standar detail struktur, serta wawancara dengan pihak kontraktor. Pemodelan dilakukan menggunakan software Cubicost Take-off Architecture Structure (TAS), Take-off Reinforced Bar (TRB), dan Take-off Bill of Quantity (TBQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM menghasilkan perbedaan biaya sebesar Rp832.857.039 atau sekitar 4,32% dibandingkan metode konvensional. Penerapan BIM 5D mampu mengintegrasikan proses pemodelan, perhitungan kuantitas, dan biaya sehingga mendukung pengelolaan perubahan desain secara lebih efektif pada proyek konstruksi.