Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL (STUDI KASUS REVITALISASI GEDUNG KANTOR CABANG BNI KELAPA GADING, JAKARTA) Yudha Gusty Wibowo; Adhi Purnomo; Lenggogeni
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2021): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v16i2.20232

Abstract

In construction world, the labour’s productivity is one of the determining factors for development project. There are many tools to measure the productivity levels. One of which is by examining LUR (Labour Utilitation Rate) for each worker, that is to explore the labour’s effectivity in running their work. The purpose of this research is for knowing the labour’s productivity rate. This research was conducted on revitalization of BNI branch office at Kelapa Gading, Jakarta. by observing the labours in mechanical and electrical work. LUR observation are carried out based on daily reports of completed mechanical and electrical work.
Analisa Pengendalian Waktu Pekerjaan Arsitektur Pembangunan Lab Terbuka Dengan Metode Fast Track Pada Aplikasi Microsoft Project Swaraswati Kemala Dewi; Lenggogeni; Rezi Berliana Yasinta
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.13406

Abstract

Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, diperlukan sistem manajemen yang baik. Untuk menerapkan sistem manajemen yang baik, diperlukan berbagai metode sesuai jenis bangunan yang diselesaikan. Pembuatan penjadwalan sangat diperlukan untuk mengontrol, menjalankan dan mengevaluasi setiap pekerjaan berdasarkan urutan dan waktu pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya. Penyimpangan terjadi jika proses pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan awal. Hal tersebut harus segera diatasi agar kembali sesuai dengan perencanaan sehingga proyek tidak mengalami keterlambatan penyelesaian proyek. Proyek Pembangunan Gedung Labolatrium Terbuka pada Proyek Pertamina diterapkan Metode Fast Track pada pekerjaan arsitektur. Metode Fast Track adalah metode pengendalian proyek yang kreatif dan inovatif untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek tanpa menambah biaya. Metode ini merupakan metode yang bertujuan untuk mempercepat suatu kegiatan konstruksi, sehingga waktu pelaksanaan yang mengalami keterlambatan kerja dapat kita atasi ssat pekerjaan proyek berlangsung
Implementasi Bim Dalam Perhitungan Quantity Take-Off Pekerjaan Struktur Dan Arsitektur Proyek RTCT Pertamina Kania Zahrah; Lenggogeni; Rezi Berliana
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.13407

Abstract

Quantity Take-off merupakan pekerjaan yang sangat krusial karena hasil perhitungannya akan berpengaruh terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Untuk itu, penerapan BIM dalam proyek konstruksi sangat penting karena memiliki keakuratan yang tinggi daripada perhitungan secara manual. Hal ini terjadi karena BIM dapat melakukan perhitungan yang lebih presisi dan mengurangi resiko human error dalam menghitung volume pekerjaan. Selain itu dengan BIM dapat meningkatkan efisiensi waktu karena dapat menghitung jumlah kebutuhan material melalui mode digital. Penelitian ini membahas perbandingan dalam menghitung Quantity Take-off menggunakan BIM pada software Autodesk Revit dan perhitungan manual menggunakan Microsoft Excel dan Autocad pada pekerjaan struktur dan arsitektur. Implementasi BIM 5D dimulai dari pembuatan model dari 2D menjadi 3D yang mencakup struktur maupun arsitektur bangunan. Data yang dimasukan dalam model 3D  diolah menjadi volume berdasarkan spesifikasi dan jenis bahan yang digunakan. Volume yang telah dikeluarkan selanjutnya digunakan dalam penyusunan Quantity Take-off. Hasil perhitungan menggunakan BIM dan perhitungan manual selanjutnya dibandingkan untuk mengetahui perbedaan volume pekerjaan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan sebesar 0.0503% antara perhitungan BIM dan manual. Mengeluarkan volume melalui BIM juga terbilang cukup cepat dan mudah daripada manual sehingga dapat menghemat efisiensi waktu
Perancangan Metode Perakitan Gantry Crane Sistem Knock-Down untuk Pekerjaan Penumpukan Fan Wall Unit Fadhlan Shiddiq; Sittati Musalamah; Lenggogeni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan instalasi Fan Wall Unit (FWU) pada proyek data center memerlukan sistem pengangkatan yang mampu dirakit dan dioperasikan secara efektif. Salah satu alternatif yang digunakan adalah gantry crane sistem knock-down yang dirancang modular sehingga dapat dipasang dan dibongkar secara bertahap sesuai kebutuhan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan memvisualisasikan metode perakitan gantry crane sistem knock-down berdasarkan urutan pemasangan, stabilitas struktur selama erection, dan keterlaksanaan metode kerja. Penelitian menggunakan pendekatan engineering process design melalui penyusunan metode kerja berbasis assembly sequence. Tahapan penelitian meliputi identifikasi komponen struktur dan alat kerja, penyusunan urutan perakitan, visualisasi tahapan erection, serta evaluasi teknis metode perakitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perakitan yang disusun mampu membentuk kestabilan struktur secara progresif melalui pemasangan bertahap elemen kolom, balok pengikat, girder, dan sistem lifting. Penggunaan pengikatan sementara pada tahap awal erection berperan dalam menjaga alignment dan kestabilan struktur sebelum sistem portal terbentuk secara penuh. Selain itu, sistem modular knock-down dan sambungan baut memungkinkan proses assembly dilakukan menggunakan alat kerja umum tanpa memerlukan peralatan erection berskala besar. Berdasarkan evaluasi teknis, metode yang dirancang telah memenuhi prinsip dasar erection struktur baja dalam aspek assembly sequence, kestabilan sementara struktur, dan constructability.
Integrasi BIM 4D untuk Optimasi Penjadwalan dan Pengendalian Waktu Proyek : Literatur Review Muhammad Pradana; Lenggogeni; Muh Abdhy Gazali HS
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi akibat lemahnya manajemen, perubahan desain, dan keterlambatan material menjadi permasalahan yang terus berulang di Indonesia. Metode penjadwalan konvensional seperti Critical Path Method (CPM) dan Gantt Chart dinilai tidak lagi memadai menghadapi kompleksitas proyek modern. Building Information Modeling (BIM) 4D, yang mengintegrasikan model tiga dimensi dengan jadwal konstruksi, hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi penjadwalan dan pengendalian waktu proyek. Penelitian ini melakukan kajian literatur sistematis terhadap tujuh artikel ilmiah (2024–2026) mengenai implementasi BIM 4D. Hasil kajian menunjukkan BIM 4D secara konsisten unggul dibandingkan metode konvensional, meliputi pemendekan durasi proyek, peningkatan alokasi sumber daya, identifikasi dini dampak Contract Change Order (CCO), serta pemantauan progres yang lebih akurat dibandingkan Kurva S. Empat manfaat utama teridentifikasi: peningkatan visualisasi dan komunikasi, efisiensi penjadwalan, deteksi dini konflik jadwal, dan pengendalian waktu yang handal. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan SDM kompeten, tingginya biaya investasi, dan resistensi terhadap perubahan metode kerja. Kajian ini merekomendasikan adopsi BIM 4D sebagai standar industri konstruksi Indonesia, didukung regulasi, sertifikasi tenaga ahli, dan integrasi dengan BIM 5D, Kecerdasan Buatan, serta Internet of Things.
Penerapan BIM 5D dalam Menangani Permasalahan dari Perubahan Desain Pekerjaan Struktur pada Proyek X Ulfiah Utari; Adhi Purnomo; Rezi Berliana Yasinta; Lenggogeni; Irika Widiasanti; Mirara Khanza
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan desain pada pekerjaan struktur sering terjadi selama pelaksanaan proyek konstruksi dan berdampak pada perubahan kuantitas pekerjaan serta biaya konstruksi. Perhitungan secara konvensional yang masih mengacu pada gambar dua dimensi berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian akibat keterbatasan dalam mengidentifikasi setiap elemen struktur. Penelitian ini bertujuan menerapkan Building Information Modeling (BIM) 5D sebagai solusi dalam menangani perubahan desain melalui pemodelan ulang struktur, perhitungan Quantity Take-Off (QTO), dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa gambar kerja, dokumen perubahan desain, dan standar detail struktur, serta wawancara dengan pihak kontraktor. Pemodelan dilakukan menggunakan software Cubicost Take-off Architecture Structure (TAS), Take-off Reinforced Bar (TRB), dan Take-off Bill of Quantity (TBQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM menghasilkan perbedaan biaya sebesar Rp832.857.039 atau sekitar 4,32% dibandingkan metode konvensional. Penerapan BIM 5D mampu mengintegrasikan proses pemodelan, perhitungan kuantitas, dan biaya sehingga mendukung pengelolaan perubahan desain secara lebih efektif pada proyek konstruksi.