Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara tradisi masyarakat dan konsep matematis formal dalam perhitungan zakat mal pertanian sawah di Takkalalla Barat Kabupaten Pinrang serta mengidentifikasi konsep matematika yang terkandung dalam praktik tersebut melalui perspektif etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi komparatif dan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas delapan petani sawah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perhitungan zakat pertanian masyarakat masih dipengaruhi oleh tradisi dan kebiasaan turun-temurun, seperti penggunaan satuan karung dan perhitungan berbasis perkiraan. Namun, praktik tersebut mengandung konsep matematika berupa persentase, rasio, pengukuran, operasi hitung, konversi satuan, dan ketaksamaan. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap zakat pertanian juga berbeda-beda, mulai dari tradisional hingga mendekati konsep matematis formal. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik zakat pertanian dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yang kontekstual dan bermakna.
Copyrights © 2026