Keselamatan pelayaran masih menjadi tantangan bagi nelayan tradisional akibat rendahnya pemahaman mengenai budaya keselamatan, penggunaan alat keselamatan, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di laut. Permasalahan tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran yang dapat berdampak pada keselamatan jiwa dan keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan mengenai budaya keselamatan pelayaran melalui edukasi dan simulasi keselamatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi penggunaan alat keselamatan, simulasi prosedur keadaan darurat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 35 nelayan tradisional di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 pada pre-test menjadi 86,9 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 48,8%. Persentase peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik meningkat dari 31,4% menjadi 88,6%, sedangkan pemahaman mengenai penggunaan alat keselamatan meningkat dari 37,1% menjadi 91,4%. Selain itu, 94,3% peserta menyatakan lebih siap menerapkan prosedur keselamatan sebelum dan selama pelayaran setelah mengikuti kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran nelayan terhadap pentingnya budaya keselamatan pelayaran. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir untuk mendukung terciptanya pelayaran yang lebih aman serta mengurangi risiko kecelakaan di laut.
Copyrights © 2026