Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEMAMPUAN MANAJERIAL DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN KOMANDAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH BAHASA TNI AL KODIKLATAL SURABAYA Supangat Supangat
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 2 (2021): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v4i2.11181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor kemampuan manajerial guru dan fungsi kepemimpinan Komandan sekolah bahasa TNI AL Kodiklatal di Surabaya yang berorientasi pada hubungan secara bersama-sama (simultan) atau sendiri-sendiri (parsial) mempunyai pengaruh terhadap Kinerja guru di Sekolah bahasa TNI AL Kodiklatal Surabaya. Selain itu diantara Kemampuan manajerial guru dan Fungsi kepemimpinan Komandan sekolah, mana yang mempunyai pengaruh dominan terhadap Kinerja guru. Dengan mengambil sampel 40 guru di lingkungan Sekolah bahasa TNI AL Kodiklatal Surabaya dan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantatif, diketahui bahwa faktor kemampuan manajerial guru dan Fungsi kepemimpinan Komandan sekolah secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Sedangkan secara sendiri-sendiri, Kemapuan manajerial guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dan berpengaruh lebih dominan daripada variabel Fungsi kepemimpinan Komandan sekolah. Fungsi kepemimpinan Komandan sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Implikasi hasil penelitian yang penting antara lain perlu mengaplikasikan secara efektif dan optimal terhadap fungsi kepemimpinan Komandan sekolah dan meningkatkan kemampuan manajerial guru melalui training dengan partisipasi aktif setiap guru. Selain itu perlu tindak lanjut penelitian terhadap variabel yang sama.
PENTINGNYA INTERAKSI SOSIAL SERTA KESEIMBANGAN ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP KINERJA AWAK KAPAL DI DERMAGA INTERNASIONAL TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA Nyoman Ardiana Listriyawati; Supangat -
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 23, No 1 (2022): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1860.425 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v23i1.323

Abstract

Social interaction and the balance between the rights and obligations of the crew on board would determine whether or not the performance of the crew, especially on foreign-flagged ships. This happens due to several factors in social interaction and the social gap between their rights and obligations. The purpose of this study was to determine how positive and significant the effect of social interaction and the balance between rights and obligations on the performance of the crew. The method used by distributing questioners to respondents, namely ships crew with quantitative analysis by using multiple linier regression analysis, T test, F test and determination test to know the importance of social interaction and the balance between rights and obligations on crew performance. The result obtained in this study is that there is positive impact between social interaction and the balance between the rights and the obligations on the performance of ships crew. In the end, it is hoped that this research will be a reference to government (Disnaker) as policy maker and shipping companies as well as ship crew and other related parties.
IMPLIKASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DAN PENGGUNAAN KODE ISYARAT INTERNASIONAL TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN KAPAL DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA kuncowati kuncowati; Nyoman Ardiana Listriyawati; supangat supangat
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.034 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.228

Abstract

Crews ships comuunication skills are speaking, writing and using objects, lights and sounds to make contact. It is both for sending or receiving messages between individuals on the ship, communication with other ships and with related parties. The ability of the crew to use and understand codes are expected to achieve the safety of a voyage. This research was conducted to 98 respondents. They are the crews of ships that wer berthing at Tanjung Perak Port of Surabaya. It is expected to know how the implication of the crews’ ability to communicate and to use international codes. It is meant to ensure the safety of the voyages. This research was using quantitative methods with linear regression analysis, t test, f test and test of determination. Therefore, it resulted that there ware a positive and significant influence both partially and jointly between the ability to communicate and the use of international codes on the safety of a voyage. The ability to communicate with the crew especially the ability in communication using English and understanding in the use of international codes is implicated in the safety of a voyage.Keywords : Communication skills, Codes, Safety of a voyageKemampuan komunikasi awak kapal baik secara lesan, tulisan,menggunakan sosok benda,cahaya dan bunyi untuk berinteraksi baik mengirim atau menerima pesan baik antar individu di kapal,komunikasi dengan kapal lain maupun dengan pihak – pihak terkait dan kemampuan awak kapal dalam menggunakan dan memahami penggunaan kode isyarat diharapkan dapat mencapai keselamatan pelayaran. Penelitian ini dilakukan dengan responden dengan sejumlah 98 ( Sembilan puluh delapan ) awak kapal yang kapalnya sedang berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengetahui implikasi kemampuan berkomunikasi awak kapal dan penggunaan kode isyarat internasional supaya tercapai peningkatan keselamatan pelayaran.Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yaitu dengan analisis regresi linier , uji t,uji f dan uji determinasi.Dari penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan baik secara partial maupun bersama -sama antara kemampuan berkomunikasi dan penggunaan kode isyarat internasional terhadap keselamatan pelayaran .Kemampuan berkomunikasi awak kapal terutama kemampuan dalam komunikasi berbahasa inggris dan pemahaman dalam penggunaan kode isyrat internasional berimplikasi terhadap keselamatan pelayaranKata kunci : Kemampuan berkomunikasi, Kode isyarat, Keselamatan pelayaran 
PELATIHAN TEKNIK KESELAMATAN PELAYARAN BAGI MASYARAKAT DESA KAMAL, MADURA S. Teguh Wiyono; Kuncowati; Djamaludin Malik; Mudiyanto; Supangat; Dedy Kristiawan; Maulana Alghivary
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v2i2.103

Abstract

Keselamatan pelayaran di Indonesia masih merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Berdasarkan penelitian, bahwa masalah keselamatan pelayaran di Indonesia masih tinggi. Hal yang paling memperhatinkan adalah di Indonesia banyak orang yang bekerja dengan profesi sebagai nelayan. Kegiatan ini ditujukan sebagai program pelatihan Teknik keselamatan pelayaran khususnya didaerah pesisir laut dengan target peserta adalah orang yang berprofesi sebagai nelayandi Desa Kamal, Madura. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah berupa kegiatan pelatihan teknik keselamatan pelayaran yang memberikan hasil yang positif bagi para nelayan untuk meningkatkan keselamatan pada saat bekerja dan juga untuk mengubah kebiasaan nelayan dalam menjaga keselamatan saat bekerja.
ANALISIS KEBUTUHAN KETRAMPILAN BAHASA INGGRIS MARITIM DAN MANAJERIAL PADA TARUNA FAKULTAS VOKASI PELAYARAN UHT UNTUK BEKERJA DI ATAS KAPAL Supangat, Supangat; Wiyono, S. Teguh; Samudra, Farel Rigel
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 24, No 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan ketrampilan Bahasa Inggris Maritim dan Ketrampilan manajerial pada taruna Fakultas Vokasi Pelayaran Universitas Hang Tuah untuk bekerja di atas kapal. Dengan menggunakan 85 sampel para taruna senior FVP, para pelaut dan staf perusahaan pelayaran di Surabaya serta dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif, diketahui bahwa semua dari 14 Ketrampilan Bahasa Inggris Maritim  yang tercantum, sangat dibutuhkan oleh lulusan Taruna Fakultas Vokasi Pelayaran UHT untuk bekerja di atas kapal dengan prosentase sebesar antara  62,4 %  sampai dengan 80 %. Sedangkan,             semua dari 12 Ketrampilan manajerial yang tercantum, sangat dibutuhkan oleh lulusan Taruna Fakultas Vokasi Pelayaran Universitas Hang Tuah untuk bekerja di atas kapal dengan prosentase sebesar antara 65,9 % sampai dengan 78,8 %.         Disisi lain, Kompetensi yang paling dominan yang sangat dibutuhkan oleh lulusan Taruna Fakultas Vokasi Pelayaran Universitas Hang Tuah untuk bekerja di kapal adalah  Berkompeten dan bertanggung jawab terhadap   penerapan Kepemimpinan   (Leadership) dalam    menciptakan kreatifitas, motivasi, ide-ide dan    gagasan serta hubungan sosial di kapal.sebesar : 80 %.Kata kunci :  Bahasa Inggris Maritim, Manajerial, Bekerja dikapal.