Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingginya angka kasus dan kematian. Pemerintah mengembangkan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui penemuan kasus aktif, skrining berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 12 informan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi program telah dilakukan melalui sosialisasi dan koordinasi lintas program, namun terkendala akses wilayah dan rendahnya pemahaman masyarakat. Sumber daya masih terbatas pada tenaga kesehatan, sarana, logistik, dan anggaran. Disposisi menunjukkan adanya komitmen positif tenaga kesehatan dan pemerintah daerah. Struktur birokrasi serta koordinasi lintas sektor telah berjalan, meskipun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan akses pelayanan. Simpulan: Implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali telah berjalan namun belum optimal.
Copyrights © 2026