AbstrakLatar Belakang: Fraktur tibia merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaanlalu lintas dan dapat menimbulkan nyeri, gangguan fungsi fisik, keterbatasan mobilitas, serta risiko komplikasi apabilatidak ditangani secara optimal. Penanganan yang tepat melalui manajemen medis dan asuhan keperawatan diperlukanuntuk mendukung pemulihan pasien. Tujuan: Menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikalbedah berbasis service excellent pada pasien fraktur tibia di Ruang Tha'if RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode: Studikasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu pasien dengan diagnosis post ORIF open fracture tibia.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, dan studi literatur,mencakup tahap pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Hasil:Pasien mengalami nyeri akut pasca operasi dengan skala nyeri 6, keterbatasan mobilitas fisik, dan hambatan aktivitassehari-hari. Intervensi meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, edukasi analgesik, latihan ROM,dukungan mobilisasi, dan pelibatan keluarga. Evaluasi menunjukkan peningkatan kondisi pasien dengan mobilisasibertahap dan penurunan keluhan nyeri. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan medikal bedah berbasis serviceexcellent dapat mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, serta mendukung proses pemulihan pasien fraktur tibia.Kata Kunci: Fraktur Tibia; Asuhan Keperawatan; Nyeri Akut; Gangguan Mobilitas Fisik; Service Excellent.
Copyrights © 2026