Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Implementation Penurunan Tensi Lansia Slow Deep Breating ( Apium Graveolens &Black Garlick) Desa Bangun Rejo Tahun 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Mastaida Tambun; Indra Agussamad; Tahan Tahan; Dina Afriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47395

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal baik tekanan systolic atau diastolic. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas kombinasi metode slow deep breathing dan konsumsi Apium graveolens (seledri) serta black garlic (bawang hitam) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest with control group design, di mana terdapat dua kelompok: Kelompok intervensi: Mendapatkan terapi slow deep breathing serta konsumsi Apium graveolens dan black garlic. Kelompok kontrol: Tidak diberikan intervensi atau hanya perawatan standar. Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik rata-rata berkisar antara 150 mmHg hingga 160,06 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik rata-rata berkisar antara 97,29 mmHg hingga 101,29 mmHg selama periode tujuh hari. Fluktuasi harian terlihat, dengan tekanan darah tertinggi tercatat pada hari ketujuh (160,06/101,29 mmHg) dan terendah pada hari kedua (155,06/97,29 mmHg). Menariknya, standar deviasi untuk tekanan sistolik (9,098 mmHg) dan diastolik (7,051 mmHg) konsisten di seluruh pengukuran, menunjukkan variabilitas yang stabil dalam sampel. Implementasi program penurunan tensi menggunakan metode Slow Deep Breathing dan pemberian Apium graveolens serta Black Garlic terbukti efektif menurunkan tekanan darah lansia di Desa Bangun Rejo tahun 2025. Program ini berpotensi diterapkan lebih luas di desa-desa lain sebagai pendekatan promotif-preventif dalam penanganan hipertensi lansia
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENYUSUSNAN MENU BALITA DI WILAYAH PKM MEDAN DENAI TAHUN 2025 Indra Agussamad; Eko Murdianto; Mesrida Simarmata; Erika Erika; Tahan Tahan; Linda Mardianti Waruwu; Ribka Huta Julu
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3763

Abstract

optimal development and preventing the risk of stunting. Mother's knowledge in compiling a toddler menu is a key factor in the practice of fulfilling children's daily nutrition.Objective: To determine the influence of nutrition education on increasing maternal knowledge in the preparation of the toddler menu in the Medan Denai PKM area.Methods: This study used a quasi-experimental design with pre-test and post-test approaches in the intervention and control groups. The sample consisted of 100 mothers who had toddlers aged 6–24 months and were selected through purposive sampling. The intervention group received nutrition education for 3 sessions over a four-week period. Data collection was carried out through knowledge questionnaires before and after the intervention. Data analysis used paired t-test, independent t-test, and ANCOVA. Results: There was a significant increase in knowledge scores in the intervention group (p0.001), while the control group showed a non-significant increase (mean p=0.08). Bivariate and multivariate analyses showed that nutrition education had a significant effect on improving maternal knowledge, regardless of education and family income (p0.001). Conclusion: Nutrition education has been proven to be effective in increasing mothers' knowledge about the preparation of the toddler menu. It is necessary to implement nutrition education routinely in the Puskesmas and Posyandu as a preventive and promotive effort in improving the nutritional status of toddlers. Keywords: Nutrition, Knowledge, Toddler Menu
The Relationship Between Family Support and Adherence to Hypertension Care Among Older Adults in a Rural Community Tahan Tahan; Imran Saputra Surabakti; Siti Nurmawan Sinaga; Eko Murdianto; Wara Valegis; Vina Enita Noviani
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i2.2142

Abstract

Hypertension is often referred to as a silent killer because many individuals are unaware of their elevated blood pressure until serious complications occur. This condition is particularly concerning among older adults due to age-related physiological changes that increase vulnerability to chronic diseases. Objective: This study aimed to analyze the relationship between family support and adherence to hypertension care among elderly individuals in Bangun Rejo Village, highlighting the importance of family involvement in chronic disease management. Methods: This research used a quantitative approach see more with a descriptive correlational design and cross-sectional method. A total of 91 respondents were selected using total sampling. Data were collected through structured questionnaires measuring family support and adherence to hypertension care, and analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. Results: The results showed that most respondents were aged over 66 years (51.6%) and predominantly male (71.4%). Half of the participants reported good family support (50.5%), while the majority demonstrated low adherence to hypertension care (59.3%). Statistical analysis revealed a significant relationship between family support and adherence (p-value < 0.05). Implications: These findings indicate that strengthening family involvement can improve adherence to hypertension treatment among elderly individuals. Family-centered interventions and education programs in primary healthcare settings are recommended to enhance disease management outcomes. Originality: This study provides localized empirical evidence from a rural community, emphasizing the role of family support in influencing treatment adherence among older adults. It contributes to the development of context-specific strategies for family-based chronic disease management.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Service Excellent Pada Pasien Colic Abdomen di RSU Haji Medan Tahun 2026 Erni Br Sirait; Sri Mulati Nendah Agreta; Tahan Tahan; Rolasnih Lilista Simbolon; Adelina Sembiring
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61740

Abstract

Colic abdomen merupakan nyeri perut yang bersifat hilang timbul akibat spasme otot polos pada organ berongga abdomen yang dapat disebabkan oleh obstruksi, inflamasi, maupun gangguan saluran pencernaan. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri hebat, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan sehingga membutuhkan asuhan keperawatan komprehensif berbasis pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang service excellent pada pasien colic abdomen di Ruangan Shafa BII RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang pasien perempuan berusia 25 tahun dengan diagnosis colic abdomen. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri ulu hati hilang timbul selama lima hari, mual, muntah, perut kembung, penurunan nafsu makan, dan lemas dengan skala nyeri 6. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan nausea berhubungan dengan iritasi lambung. Intervensi diberikan berdasarkan SIKI meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, kompres hangat, edukasi kesehatan, dan kolaborasi terapi farmakologis. Setelah tiga hari asuhan keperawatan, skala nyeri menurun dari 6 menjadi 2, mual dan muntah teratasi, serta nafsu makan membaik. Penerapan service excellent terbukti meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Anak yang Service Excellent Pada An. F dengan Gastroenteritis di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Febrianti Febrianti; Rolasni Lilista Simbolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61741

Abstract

Gastroenteritis merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di dunia, termasuk Indonesia. Data WHO tahun 2024 melaporkan lebih dari 443.832 kasus dan 50.851 kematian pada anak setiap tahunnya, sementara di Sumatera Utara pada tahun 2023 tercatat 95.433 kasus. Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah sehingga membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif dan service excellent. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan anak yang service excellent pada An. F dengan gastroenteritis di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang anak perempuan berusia 5 tahun dengan diagnosis medis gastroenteritis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi rekam medis pada tanggal 11–13 Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga diagnosis keperawatan utama, yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi, hipertermia berhubungan dengan proses infeksi, dan risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan muntah. Setelah dilakukan implementasi asuhan keperawatan selama 3x24 jam, seluruh masalah keperawatan teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang service excellent efektif memperbaiki kondisi klinis pasien anak dengan gastroenteritis.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga Service Excellent Pada Ny. U dengan Diabetes Melitus Tipe Ii di Desa Bangun Rejo Tahun 2026 Kelsi Wati Pakpahan; Tahan Tahan; Siti Nurmawan Sinaga; Erika Erika; Misno Misno
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61858

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak dikelola secara adekuat. Peran keluarga sebagai unit pelayanan primer menjadi kunci keberhasilan pengelolaan penyakit ini, sehingga pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang berorientasi pada service excellent sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan keluarga yang service excellent pada Ny. U dengan Diabetes Melitus Tipe II di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah selama 13–23 Februari 2026. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. U berusia 54 tahun mengeluhkan polidipsia, polifagia, poliuria terutama pada malam hari, kelelahan, dan kesemutan pada kedua kaki dengan kadar glukosa darah puasa 331 mg/dL. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, defisit pengetahuan, dan manajemen kesehatan tidak efektif. Intervensi disusun berdasarkan SIKI dengan pendekatan lima tugas kesehatan keluarga meliputi edukasi kesehatan, pengaturan diet, aktivitas fisik, senam kaki diabetes, pemantauan glukosa darah, dan kepatuhan pengobatan. Evaluasi menunjukkan diagnosis defisit pengetahuan dan manajemen kesehatan tidak efektif teratasi, sedangkan ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi sebagian. Penerapan asuhan keperawatan keluarga berbasis service excellent terbukti meningkatkan pengetahuan, keterlibatan, dan kemandirian keluarga dalam pengelolaan Diabetes Melitus Tipe II.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Service Excellent pada Pasien Fraktur Tibia di Ruangan Tha&#39;if RSU Haji Medan Erika Adelia Turnip; Eko Murdianto; Rolasnhi Lilista Simbolon; Tahan Tahan; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61868

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Fraktur tibia merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaanlalu lintas dan dapat menimbulkan nyeri, gangguan fungsi fisik, keterbatasan mobilitas, serta risiko komplikasi apabilatidak ditangani secara optimal. Penanganan yang tepat melalui manajemen medis dan asuhan keperawatan diperlukanuntuk mendukung pemulihan pasien. Tujuan: Menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikalbedah berbasis service excellent pada pasien fraktur tibia di Ruang Tha&#39;if RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode: Studikasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu pasien dengan diagnosis post ORIF open fracture tibia.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, dan studi literatur,mencakup tahap pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Hasil:Pasien mengalami nyeri akut pasca operasi dengan skala nyeri 6, keterbatasan mobilitas fisik, dan hambatan aktivitassehari-hari. Intervensi meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, edukasi analgesik, latihan ROM,dukungan mobilisasi, dan pelibatan keluarga. Evaluasi menunjukkan peningkatan kondisi pasien dengan mobilisasibertahap dan penurunan keluhan nyeri. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan medikal bedah berbasis serviceexcellent dapat mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, serta mendukung proses pemulihan pasien fraktur tibia.Kata Kunci: Fraktur Tibia; Asuhan Keperawatan; Nyeri Akut; Gangguan Mobilitas Fisik; Service Excellent.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Berbasis Service Excellent Pada Pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Intensive Care Unit Febriana Margaretta Tampubolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Eko Murdianto; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61952

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang dapat mengancam jiwa akibat akumulasi zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh. Kondisi ini sering menimbulkan kegawatdaruratan berupa edema paru, oliguria, dan penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan intensif. Tujuan studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada Tn. M dengan CKD di ruang ICU RSU Haji Medan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien laki-laki berusia 57 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen rekam medis selama 3x24 jam. Hasil pengkajian menemukan sesak napas akut, oliguria, kesadaran somnolen (GCS 7), dan kelemahan fisik sehingga dirumuskan tiga diagnosis keperawatan utama: pola napas tidak efektif, hipervolemia, dan risiko infeksi. Intervensi difokuskan pada stabilisasi jalan napas, pemantauan balans cairan ketat, serta penerapan teknik aseptik. Evaluasi akhir menunjukkan pola napas teratasi, sedangkan hipervolemia dan risiko infeksi teratasi sebagian. Simpulan integrasi asuhan keperawatan kritis yang adaptif dan berorientasi pelayanan prima efektif mempercepat stabilisasi klinis serta mencegah komplikasi fatal pada pasien CKD stadium lanjut di ruang intensif.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Service Excellent pada Pasien Hipertensi di Desa Bangun Rejo, Deli Serdang Yomeka Hasianna Sirait; Tahan Tahan; Indra Agussamad; Erika Erika; Misno Misno
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61804

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi prioritas kesehatan global dan nasional karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Data WHO tahun 2025 menyebutkan lebih dari 1,13 miliar penduduk dunia menderita hipertensi, sedangkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi 30,8% pada penduduk berusia ≥18 tahun. Di Desa Bangun Rejo tercatat 1.860 kasus hipertensi dalam tiga tahun terakhir. Tujuan: Menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan keluarga yang service excellent pada Tn. T dengan hipertensi di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu orang pasien hipertensi beserta keluarganya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi selama lima kali kunjungan pada Februari 2026. Hasil: Pengkajian menunjukkan tekanan darah 190/120 mmHg disertai nyeri kepala dan tengkuk terasa berat. Diagnosis prioritas adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dan perilaku kesehatan cenderung berisiko. Intervensi mengacu SDKI, SLKI, dan SIKI melalui lima tugas kesehatan keluarga. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan penurunan tekanan darah. Simpulan: Pendekatan service excellent efektif meningkatkan kualitas asuhan keperawatan keluarga dan pengendalian hipertensi.