Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENYUSUSNAN MENU BALITA DI WILAYAH PKM MEDAN DENAI TAHUN 2025 Indra Agussamad; Eko Murdianto; Mesrida Simarmata; Erika Erika; Tahan Tahan; Linda Mardianti Waruwu; Ribka Huta Julu
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3763

Abstract

optimal development and preventing the risk of stunting. Mother's knowledge in compiling a toddler menu is a key factor in the practice of fulfilling children's daily nutrition.Objective: To determine the influence of nutrition education on increasing maternal knowledge in the preparation of the toddler menu in the Medan Denai PKM area.Methods: This study used a quasi-experimental design with pre-test and post-test approaches in the intervention and control groups. The sample consisted of 100 mothers who had toddlers aged 6–24 months and were selected through purposive sampling. The intervention group received nutrition education for 3 sessions over a four-week period. Data collection was carried out through knowledge questionnaires before and after the intervention. Data analysis used paired t-test, independent t-test, and ANCOVA. Results: There was a significant increase in knowledge scores in the intervention group (p0.001), while the control group showed a non-significant increase (mean p=0.08). Bivariate and multivariate analyses showed that nutrition education had a significant effect on improving maternal knowledge, regardless of education and family income (p0.001). Conclusion: Nutrition education has been proven to be effective in increasing mothers' knowledge about the preparation of the toddler menu. It is necessary to implement nutrition education routinely in the Puskesmas and Posyandu as a preventive and promotive effort in improving the nutritional status of toddlers. Keywords: Nutrition, Knowledge, Toddler Menu
The Relationship Between Family Support and Adherence to Hypertension Care Among Older Adults in a Rural Community Tahan Tahan; Imran Saputra Surabakti; Siti Nurmawan Sinaga; Eko Murdianto; Wara Valegis; Vina Enita Noviani
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i2.2142

Abstract

Hypertension is often referred to as a silent killer because many individuals are unaware of their elevated blood pressure until serious complications occur. This condition is particularly concerning among older adults due to age-related physiological changes that increase vulnerability to chronic diseases. Objective: This study aimed to analyze the relationship between family support and adherence to hypertension care among elderly individuals in Bangun Rejo Village, highlighting the importance of family involvement in chronic disease management. Methods: This research used a quantitative approach see more with a descriptive correlational design and cross-sectional method. A total of 91 respondents were selected using total sampling. Data were collected through structured questionnaires measuring family support and adherence to hypertension care, and analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. Results: The results showed that most respondents were aged over 66 years (51.6%) and predominantly male (71.4%). Half of the participants reported good family support (50.5%), while the majority demonstrated low adherence to hypertension care (59.3%). Statistical analysis revealed a significant relationship between family support and adherence (p-value < 0.05). Implications: These findings indicate that strengthening family involvement can improve adherence to hypertension treatment among elderly individuals. Family-centered interventions and education programs in primary healthcare settings are recommended to enhance disease management outcomes. Originality: This study provides localized empirical evidence from a rural community, emphasizing the role of family support in influencing treatment adherence among older adults. It contributes to the development of context-specific strategies for family-based chronic disease management.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik yang Service Excellent Pada Tn. S dengan Tuberkulosis Paru di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2026 Kevin Batubara; Petra Diansari Zega; Eko Murdianto; Sri Murtini; Yanty Frasasty Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61805

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada kelompok lanjut usia. Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB paru karena terjadi penurunan fungsi organ tubuh dan sistem kekebalan tubuh akibat proses penuaan. Data WHO tahun 2024 melaporkan sekitar 10,7 juta kasus TB dan 1,23 juta kematian di seluruh dunia, sedangkan di Sumatera Utara tercatat sekitar 74.434 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan keperawatan gerontik yang service excellent pada Tn. S dengan TB paru di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan Tn. S berusia 69 tahun dengan keluhan utama sesak napas, batuk berdahak sulit dikeluarkan, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, defisit pengetahuan, dan defisit nutrisi. Implementasi dilakukan selama tiga hari menunjukkan perbaikan kondisi pasien. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan gerontik yang service excellent dapat meningkatkan kondisi kesehatan dan kenyamanan lansia dengan TB paru.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Service Excellent pada Pasien Fraktur Tibia di Ruangan Tha&#39;if RSU Haji Medan Erika Adelia Turnip; Eko Murdianto; Rolasnhi Lilista Simbolon; Tahan Tahan; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61868

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Fraktur tibia merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaanlalu lintas dan dapat menimbulkan nyeri, gangguan fungsi fisik, keterbatasan mobilitas, serta risiko komplikasi apabilatidak ditangani secara optimal. Penanganan yang tepat melalui manajemen medis dan asuhan keperawatan diperlukanuntuk mendukung pemulihan pasien. Tujuan: Menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikalbedah berbasis service excellent pada pasien fraktur tibia di Ruang Tha&#39;if RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode: Studikasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu pasien dengan diagnosis post ORIF open fracture tibia.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, dan studi literatur,mencakup tahap pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Hasil:Pasien mengalami nyeri akut pasca operasi dengan skala nyeri 6, keterbatasan mobilitas fisik, dan hambatan aktivitassehari-hari. Intervensi meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, edukasi analgesik, latihan ROM,dukungan mobilisasi, dan pelibatan keluarga. Evaluasi menunjukkan peningkatan kondisi pasien dengan mobilisasibertahap dan penurunan keluhan nyeri. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan medikal bedah berbasis serviceexcellent dapat mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, serta mendukung proses pemulihan pasien fraktur tibia.Kata Kunci: Fraktur Tibia; Asuhan Keperawatan; Nyeri Akut; Gangguan Mobilitas Fisik; Service Excellent.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Berbasis Service Excellent Pada Pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Intensive Care Unit Febriana Margaretta Tampubolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Eko Murdianto; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61952

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang dapat mengancam jiwa akibat akumulasi zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh. Kondisi ini sering menimbulkan kegawatdaruratan berupa edema paru, oliguria, dan penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan intensif. Tujuan studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada Tn. M dengan CKD di ruang ICU RSU Haji Medan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien laki-laki berusia 57 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen rekam medis selama 3x24 jam. Hasil pengkajian menemukan sesak napas akut, oliguria, kesadaran somnolen (GCS 7), dan kelemahan fisik sehingga dirumuskan tiga diagnosis keperawatan utama: pola napas tidak efektif, hipervolemia, dan risiko infeksi. Intervensi difokuskan pada stabilisasi jalan napas, pemantauan balans cairan ketat, serta penerapan teknik aseptik. Evaluasi akhir menunjukkan pola napas teratasi, sedangkan hipervolemia dan risiko infeksi teratasi sebagian. Simpulan integrasi asuhan keperawatan kritis yang adaptif dan berorientasi pelayanan prima efektif mempercepat stabilisasi klinis serta mencegah komplikasi fatal pada pasien CKD stadium lanjut di ruang intensif.