Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang dapat mengancam jiwa akibat akumulasi zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh. Kondisi ini sering menimbulkan kegawatdaruratan berupa edema paru, oliguria, dan penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan intensif. Tujuan studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada Tn. M dengan CKD di ruang ICU RSU Haji Medan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien laki-laki berusia 57 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen rekam medis selama 3x24 jam. Hasil pengkajian menemukan sesak napas akut, oliguria, kesadaran somnolen (GCS 7), dan kelemahan fisik sehingga dirumuskan tiga diagnosis keperawatan utama: pola napas tidak efektif, hipervolemia, dan risiko infeksi. Intervensi difokuskan pada stabilisasi jalan napas, pemantauan balans cairan ketat, serta penerapan teknik aseptik. Evaluasi akhir menunjukkan pola napas teratasi, sedangkan hipervolemia dan risiko infeksi teratasi sebagian. Simpulan integrasi asuhan keperawatan kritis yang adaptif dan berorientasi pelayanan prima efektif mempercepat stabilisasi klinis serta mencegah komplikasi fatal pada pasien CKD stadium lanjut di ruang intensif.
Copyrights © 2026