Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dominasi tugas tertulis dalam pembelajaran sejarah, mendeskripsikan pelaksanaannya, serta mengkaji dampaknya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMK PGRI Rogojampi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas satu guru sejarah dan lima belas siswa kelas X yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah masih didominasi oleh tugas tertulis berupa rangkuman, soal uraian, dan tugas berbasis buku paket yang diberikan secara rutin setelah pembahasan materi. Dominasi tersebut menjadikan tugas tertulis sebagai aktivitas pembelajaran dan instrumen evaluasi utama. Meskipun membantu siswa memahami dan mengingat materi sejarah, penggunaan tugas tertulis yang terlalu dominan belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara optimal. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah, menyusun argumentasi berdasarkan fakta, dan menghubungkan peristiwa masa lalu dengan konteks kekinian. Oleh karena itu, diperlukan variasi strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah Keywords: history learning, written assignments, critical thinking, vocational students, case study
Copyrights © 2026