p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sangkala
Agus Mursidi
Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas PGRI Banyuwangi, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jembatan Gantung Bangorejo Tahun 1921: Infrastruktur Kolonial, Mobilitas Transportasi, dan Perubahan Sosial-Ekonomi Masyarakat Banyuwangi Selatan Abel Santoso Nanda Arinza; Agus Mursidi; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang pembangunan Jembatan Gantung Bangorejo tahun 1921, menjelaskan fungsinya dalam sistem transportasi dan ekonomi kolonial, serta mengkaji dampaknya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Banyuwangi Selatan. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip kolonial, dokumen lokal, observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah Jembatan Gantung Bangorejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jembatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengatasi hambatan mobilitas akibat keberadaan Sungai Setail sekaligus mendukung kebijakan kolonial dalam menghubungkan wilayah produksi pertanian di Bangorejo dengan jalur distribusi ekonomi di Banyuwangi Selatan. Jembatan ini berfungsi sebagai sarana transportasi yang memperlancar pergerakan masyarakat serta distribusi komoditas pertanian dari kawasan hinterland menuju pusat perdagangan. Keberadaannya turut meningkatkan aksesibilitas wilayah, memperkuat aktivitas perdagangan lokal, dan memperluas interaksi sosial antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Jembatan Gantung Bangorejo tidak hanya berperan sebagai infrastruktur transportasi kolonial, tetapi juga menjadi instrumen integrasi ekonomi dan transformasi sosial masyarakat setempat. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan mikrohistori yang merekonstruksi peran infrastruktur kolonial berskala lokal dalam membentuk dinamika ekonomi dan sosial masyarakat Banyuwangi Selatan pada awal abad ke-20
Pola Pertanian Masyarakat Osing Banyuwangi sebagai Warisan Budaya Agraris: Makna, Pelestarian, dan Pewarisan kepada Generasi Muda Eka Farisa; Agus Mursidi; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertanian Masyarakat Osing Banyuwangi sebagai warisan budaya agraris, mengungkap makna budaya yang terkandung di dalamnya, mengidentifikasi upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat, serta mengkaji pemahaman generasi muda terhadap pola pertanian tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sejarah budaya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, petani, serta generasi muda di Dusun Dukuh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertanian Masyarakat Osing diwujudkan melalui tradisi Labuh Nyingkal, Nguriti, Labuh Tandur, Ngerujaki, dan Labuh Ngampung yang mengandung nilai religius, sosial, dan ekologis. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari aktivitas pertanian, tetapi juga sebagai media pewarisan pengetahuan lokal dan identitas budaya masyarakat. Pelestarian dilakukan melalui transmisi pengetahuan antargenerasi, pelaksanaan ritual secara berkelanjutan, serta keterlibatan tokoh adat dan kelompok pemuda dalam kegiatan revitalisasi budaya. Meskipun pemahaman generasi muda terhadap makna budaya pertanian tradisional mulai mengalami penurunan, berbagai upaya revitalisasi menunjukkan potensi keberlanjutan warisan budaya agraris Masyarakat Osing di tengah perkembangan zaman Keywords: Osing community, agricultural patterns, agrarian cultural heritage, cultural preservation, young generation
Dominasi Tugas Tertulis dalam Pembelajaran Sejarah: Karakteristik Pelaksanaan dan Dampaknya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Neva Yun Alifta; Agus Mursidi; Miskawi Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v5i2.1034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dominasi tugas tertulis dalam pembelajaran sejarah, mendeskripsikan pelaksanaannya, serta mengkaji dampaknya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMK PGRI Rogojampi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas satu guru sejarah dan lima belas siswa kelas X yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah masih didominasi oleh tugas tertulis berupa rangkuman, soal uraian, dan tugas berbasis buku paket yang diberikan secara rutin setelah pembahasan materi. Dominasi tersebut menjadikan tugas tertulis sebagai aktivitas pembelajaran dan instrumen evaluasi utama. Meskipun membantu siswa memahami dan mengingat materi sejarah, penggunaan tugas tertulis yang terlalu dominan belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara optimal. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah, menyusun argumentasi berdasarkan fakta, dan menghubungkan peristiwa masa lalu dengan konteks kekinian. Oleh karena itu, diperlukan variasi strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah   Keywords: history learning, written assignments, critical thinking, vocational students, case study