Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman (curing) menggunakan air payau dan air tawar terhadap kuat tekan mortar dengan menggunakan agregat halus dari Sungai Lamasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur mortar 7 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 32 sampel yang terdiri atas variasi perendaman air tawar dan air payau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar yang menggunakan pasir Sungai Masamba memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar dengan pasir Sungai Masamba dalam perendaman air tawar mencapai 251,298 kg/cm² (20,50 MPa), sedangkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi hanya mencapai 156,687 kg/cm² (12,75 MPa). Perendaman menggunakan air payau menyebabkan penurunan kuat tekan pada kedua jenis mortar, yaitu sebesar 9,72% pada pasir Masamba dan 51,74% pada pasir Lamasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik butiran agregat dan tingkat penyerapan air dari masing-masing pasir. This study aims to analyze the effect of curing using brackish water and fresh water on the compressive strength of mortar using fine aggregate from the Lamasi River. The research employed an experimental method using cube-shaped specimens measuring 5 × 5 × 5 cm in accordance with the SNI 03-6825-2002 standard. Compressive strength testing was conducted at mortar ages of 7 and 28 days. A total of 32 specimens were prepared, consisting of variations of fresh water and brackish water curing. The results show that mortar using Masamba River sand has a higher compressive strength compared to mortar using Lamasi River sand. At the age of 28 days, the compressive strength of mortar with Masamba sand cured in fresh water reached 251.298 kg/cm² (20.50 MPa), while mortar with Lamasi sand only reached 156.687 kg/cm² (12.75 MPa). Curing using brackish water resulted in a decrease in compressive strength in both types of mortar, namely 9.72% for Masamba sand and 51.74% for Lamasi sand. This difference is influenced by the characteristics of aggregate particles and the water absorption capacity of each sand type.
Copyrights © 2026