Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Penggunaan Semen Dan Abu Sekam Padi Sebagai Filler Pada Campuran Aspal Beton AC-WC Piqi M Piqi; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan filler dari semen dan abu sekam padi terhadap mutu campuran aspal beton AC-WC. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat benda uji sesuai dengan standar pengujian Marshall. Variasi kadar aspal yang digunakan berkisar antara 5,0% hingga 7,0% untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum diperoleh sebesar 6,75% yang memberikan nilai terbaik pada parameter Marshall. Selanjutnya dilakukan variasi campuran filler semen dan abu sekam padi. Campuran dengan komposisi 6% abu sekam padi dan 2% semen menghasilkan nilai stabilitas tertinggi sebesar 911,79 kg dan Marshall Quotient (MQ) sebesar 398,02 kg/mm serta memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara stabilitas dan VFB serta antara komposisi filler dan nilai MQ. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan komposisi filler mempengaruhi performa mekanis campuran AC-WC. This study aims to analyze the effect of using cement and rice husk ash as filler materials on the quality of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research employed an experimental method by preparing test specimens based on the Marshall testing standard. The asphalt content variation ranged from 5.0% to 7.0% in order to determine the Optimum Asphalt Content (OAC). The results showed that the optimum asphalt content was obtained at 6.75%, which provided the best values for the Marshall parameters. Furthermore, variations of cement and rice husk ash filler were tested. The mixture with a composition of 6% rice husk ash and 2% cement produced the highest stability value of 911.79 kg and a Marshall Quotient (MQ) of 398.02 kg/mm, meeting the specifications of Bina Marga 2018. The Pearson correlation test results indicated a relatively strong relationship between stability and VFB, as well as between filler composition and MQ values. These findings indicate that variations in filler composition influence the mechanical performance of AC-WC mixtures.
Analisis Desain Struktur Dermaga Jetty Menggunakan STAAD.Pro Pada Proyek PT Bumi Mineral Sulawesi Nur Fitria Zalikhah; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Dermaga jetty menggunakan aplikasi STAAD.Pro yang dapat menahan beban operasional dan kondisi laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain teknis dengan mengacu pada SNI, ACI, dan buku pedoman terkait pelabuhan. Pemodelan struktur menggunakan bantuan aplikasi STAAD.Pro untuk mendapat gaya dalam pada setiap elemen struktur. Dari hasil desain aplikasi STAAD.Pro dan perhitungan penulangan menunjukkan bahwa, pelat arah x dengan ukuran 5000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 23 batang dan pelat arah y dengan ukuran 7000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 32 batang. Untuk tulangan lapangan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-226 mm sebanyak 3 batang dan tulangan tumpuan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-160 mm sebanyak 4 batang. Untuk tiang pancang dermaga menggunakan beton dengan diameter 800 mm dan memiliki tulangan utama D20-50 mm sebanyak 16 batang. Dengan menggunakan mutu baja 420 Mpa dan mutu beton 40 Mpa. Dari hasil nilai gaya dalam seperti momen, gaya geser, dan gaya aksial maksimum yang terjadi pada setiap elemen struktur masih berada di bawah batas izin material sehingga struktur dermaga jetty dinyatakan aman. Dengan demikian, penggunaan STAAD.Pro mempermudah proses perhitungan dan memberikan hasil akurat dalam mendesain struktur dermaga jetty. This study aims to design a jetty using the STAAD.Pro application to withstand operational load dan sea conditions. The research method used is quantitative and technical design, referring to SNI, ACI, and port-related manuals. Structural modeling was performed using the STAAD.Pro application to obtain the internal forces in each structural element. The design result using the STAAD.Pro applicatrion and reinforcement calculations indicate that the x-direction plate with dimensions of 5000 mm x 400 mm with D16-216 mm reinforcement bars and y-direction plate with dimensions of 7000 mm x 400 mm with 32 D16-216 mm reinforcement bars. For beam field reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 3 D12-226 mm reinforcement bars and beam support reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 4 D12-160 mm reinforcement bars. For the pier piles using concrete with a diameter of 800 mm and has 16 D20-50 mm main reinforcement bars. Using 420 Mpa steel and 40 Mpa concrete. From the result of the value of internal forces such as moments, shear forces, and maximum axial forces that occur in each structural element are still bellow the material permit limit so that the jetty pier structure is declared safe. Thus, the us of STAAD.Pro simplifies the calculation process and provides accurate results in designing the jetty pier structure.
Pengaruh Curing Air Payau Dan Air Tawar Terhadap Kuat Tekan Mortar Menggunakan Pasir Sungai Lamasi Nesha Trisedya Amru; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman (curing) menggunakan air payau dan air tawar terhadap kuat tekan mortar dengan menggunakan agregat halus dari Sungai Lamasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur mortar 7 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 32 sampel yang terdiri atas variasi perendaman air tawar dan air payau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar yang menggunakan pasir Sungai Masamba memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar dengan pasir Sungai Masamba dalam perendaman air tawar mencapai 251,298 kg/cm² (20,50 MPa), sedangkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi hanya mencapai 156,687 kg/cm² (12,75 MPa). Perendaman menggunakan air payau menyebabkan penurunan kuat tekan pada kedua jenis mortar, yaitu sebesar 9,72% pada pasir Masamba dan 51,74% pada pasir Lamasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik butiran agregat dan tingkat penyerapan air dari masing-masing pasir. This study aims to analyze the effect of curing using brackish water and fresh water on the compressive strength of mortar using fine aggregate from the Lamasi River. The research employed an experimental method using cube-shaped specimens measuring 5 × 5 × 5 cm in accordance with the SNI 03-6825-2002 standard. Compressive strength testing was conducted at mortar ages of 7 and 28 days. A total of 32 specimens were prepared, consisting of variations of fresh water and brackish water curing. The results show that mortar using Masamba River sand has a higher compressive strength compared to mortar using Lamasi River sand. At the age of 28 days, the compressive strength of mortar with Masamba sand cured in fresh water reached 251.298 kg/cm² (20.50 MPa), while mortar with Lamasi sand only reached 156.687 kg/cm² (12.75 MPa). Curing using brackish water resulted in a decrease in compressive strength in both types of mortar, namely 9.72% for Masamba sand and 51.74% for Lamasi sand. This difference is influenced by the characteristics of aggregate particles and the water absorption capacity of each sand type.
Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga Dan Road Condition Index (RCI) Pada Ruas Jalan Balo-Balo, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur Muh Ikhsan; Indrajaya Indrajaya; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan pada ruas Jalan Balo-Balo di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur dengan menggunakan metode Bina Marga dan Road Condition Index (RCI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kondisi jalan secara langsung di lapangan sepanjang 1 km yang dibagi menjadi beberapa segmen pengamatan. Data yang diperoleh meliputi jenis kerusakan jalan, dimensi kerusakan, serta volume lalu lintas harian rata-rata (LHR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang ditemukan pada ruas jalan tersebut antara lain lubang, amblas, dan retak kulit buaya yang tersebar pada beberapa segmen pengamatan. Berdasarkan analisis metode Bina Marga, kondisi perkerasan jalan pada lokasi penelitian tergolong dalam kategori rusak sedang. Sementara itu, berdasarkan metode Road Condition Index (RCI), nilai rata-rata kondisi jalan pada STA 0+000 hingga STA 1+000 sebesar 3,88, sedangkan pada arah sebaliknya diperoleh nilai 5,08, yang menunjukkan bahwa kondisi jalan berada pada kategori buruk hingga sedang dengan permukaan jalan yang tidak rata dan terdapat beberapa lubang. This study aims to analyze the types and levels of road pavement damage on the Balo-Balo road section in Wotu District, East Luwu Regency using the Bina Marga method and the Road Condition Index (RCI). This research employed a quantitative approach through direct field surveys conducted along a 1 km road segment which was divided into several observation sections. The data collected included types of road damage, dimensions of the damage, and the average daily traffic volume (ADT). The results indicate that the types of damage found on the road section include potholes, depressions, and alligator cracking, which are distributed across several observation segments. Based on the Bina Marga method analysis, the pavement condition at the research location is categorized as moderately damaged. Meanwhile, according to the Road Condition Index (RCI) method, the average road condition value at STA 0+000 to STA 1+000 is 3.88, while in the opposite direction the value is 5.08. These values indicate that the road condition falls into the poor to moderate category, characterized by uneven pavement surfaces and the presence of several potholes.
Tinjauan Keandalan Struktur Beton Menggunakan Metode Non-Destructive Testing (NDT) Dengan Hammer Test: Studi Kasus Gedung FISIP Universitas Andi Djemma Ardi Parenta; Muhammad Fikri; Sudirman Sudirman; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan struktur beton pada Gedung FISIP Universitas Andi Djemma menggunakan metode non-destruktif, yaitu Schmidt Hammer Test. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental melalui pengujian langsung di lapangan pada elemen struktur bangunan yang meliputi kolom, balok, pelat, dan sloof. Jumlah titik pengujian terdiri dari 28 titik kolom, 38 titik balok, 38 titik sloof, dan 40 titik pelat yang mengacu pada SNI 03-4430-1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton rata-rata pada masing-masing elemen struktur adalah sebesar 18,63 MPa untuk balok, 18,92 MPa untuk kolom, 18,94 MPa untuk pelat, dan 18,63 MPa untuk sloof. Berdasarkan hasil tersebut, mutu beton eksisting masih berada dalam kategori cukup baik dan dinilai masih layak untuk digunakan sesuai fungsi bangunan. This study aims to evaluate the reliability of the concrete structure of the FISIP Building at Andi Djemma University using a non-destructive method, namely the Schmidt Hammer Test. The research method employed is a quantitative experimental approach through direct field testing on structural elements, including columns, beams, slabs, and sloof (tie beams). The number of test points consisted of 28 columns, 38 beams, 38 sloofs, and 40 slabs, referring to SNI 03-4430-1997 standards. The results indicate that the average compressive strength of concrete for each structural element is 18.63 MPa for beams, 18.92 MPa for columns, 18.94 MPa for slabs, and 18.63 MPa for sloofs. Based on these findings, the existing concrete quality is categorized as fairly good and is considered adequate for its intended structural function.