Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) STUDI KASUS RUAS JALAN POROS LAMASI-WALENRANG KABUPATEN LUWU Muhammad Fikri
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 1 NOMOR 1 MARET 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pt_jiit.v1i1.57

Abstract

Faktor yang sering dianggap menjadi masalah terhadap kerusakan jalan bagi masyrakat yang ada disekitar jalan Poros Kecamatan Lamasi ialah faktor kendaraan yang sering melintas diruas jalan yang melebihi beban muatan (overload), di samping itu mungkin masih banyak faktor penyebab kerusakanlainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi perkerasan jalan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi serta menghitung jenis dan tingkat kerusakan jalan agar diperoleh nilai Pavement Condition Index (PCI) sehingga dapat menentukan jenis perbaikandan pemeliharaan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah dengan mengevaluasi jenis - jenis kerusakan yang terjadi sesuai dengan tingkat kerusakannya yaitu dengan cara mengukur panjang, luas dan kedalaman terhadap tiap - tiap jenis kerusakan serta menghitung nilai (density, deduct value, total deduct value, corrected deduct value), sehingga kemudian akan didapat nilai PCI yang merupakan acuan dalam penilaian kondisi perkerasan jalan. Berdasarkan hasil perhitungan maka didapat nilai Pavement Condition Index (PCI) untuk ruas jalan poros Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu adalah53,92. Dari nilai PCI yang didapat maka ruas jalan ini termasuk dalam klasifikasi sedang (fair).
Studi Model Biaya Operasional Kendaraan Sepeda Motor di Kota Palopo Muhammad Fikri; Lambang Basri Said; St Maryam H
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol 5 No 3 (2020): Jurnal Teknik Sipil MACCA Oktober 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.012 KB) | DOI: 10.33096/jtsm.v5i3.195

Abstract

Sepeda motor adalah kendaraan alternatif yang efisien. Dibutuhkan informasi besaran biaya operasional kendaraan sebagai referensi pemilihan jenis kendaraan. Faktor yang mempengaruhi BOK adalah depresiasi, pajak, BBM, penggantian oli mesin, service ringan, service berat, penggantian ban luar dan biaya tak terduga sebagai variabel bebas dimana Perjalanan (BOK) adalah variabel terikat. Penelitian ini membahas jenis kendaraan sepeda motor tipe 4Tak dan Matic. Data primer diambil dengan wawancara berbasis kuesioner dengan menghampiri responden pada tempat strategis seperti pelataran parkir kampus, tempat ibadah dan pusat perbelanjaan. Komparasi Regresi linear sederhana dan regresi linear berganda dengan SPSS20 dilakukan untuk melihat korelasi dan koefisien determinasi variabel bebas terhadap variabel tetap. Uji F untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen dan Uji T untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen. Model BOK yang umum untuk semua jenis kendaraan dan tahun perakitan adalah Y=20.867+0.010X1–0.282x2+0.217x3–0.032x4+0.154x5–0.046x6. Besar BOK rata rata dalam 1 km dari jenis kendaraan 4 tak CC≤135, 4TakCC lebih besar dari 135, matic CC≤135, matic CC lebih besar dari 135 berturut-turut adalah Rp.733.53, Rp.876.26, Rp. 840.41 dan Rp.787.04.
Analisis Desain Struktur Dermaga Jetty Menggunakan STAAD.Pro Pada Proyek PT Bumi Mineral Sulawesi Nur Fitria Zalikhah; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Dermaga jetty menggunakan aplikasi STAAD.Pro yang dapat menahan beban operasional dan kondisi laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain teknis dengan mengacu pada SNI, ACI, dan buku pedoman terkait pelabuhan. Pemodelan struktur menggunakan bantuan aplikasi STAAD.Pro untuk mendapat gaya dalam pada setiap elemen struktur. Dari hasil desain aplikasi STAAD.Pro dan perhitungan penulangan menunjukkan bahwa, pelat arah x dengan ukuran 5000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 23 batang dan pelat arah y dengan ukuran 7000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 32 batang. Untuk tulangan lapangan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-226 mm sebanyak 3 batang dan tulangan tumpuan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-160 mm sebanyak 4 batang. Untuk tiang pancang dermaga menggunakan beton dengan diameter 800 mm dan memiliki tulangan utama D20-50 mm sebanyak 16 batang. Dengan menggunakan mutu baja 420 Mpa dan mutu beton 40 Mpa. Dari hasil nilai gaya dalam seperti momen, gaya geser, dan gaya aksial maksimum yang terjadi pada setiap elemen struktur masih berada di bawah batas izin material sehingga struktur dermaga jetty dinyatakan aman. Dengan demikian, penggunaan STAAD.Pro mempermudah proses perhitungan dan memberikan hasil akurat dalam mendesain struktur dermaga jetty. This study aims to design a jetty using the STAAD.Pro application to withstand operational load dan sea conditions. The research method used is quantitative and technical design, referring to SNI, ACI, and port-related manuals. Structural modeling was performed using the STAAD.Pro application to obtain the internal forces in each structural element. The design result using the STAAD.Pro applicatrion and reinforcement calculations indicate that the x-direction plate with dimensions of 5000 mm x 400 mm with D16-216 mm reinforcement bars and y-direction plate with dimensions of 7000 mm x 400 mm with 32 D16-216 mm reinforcement bars. For beam field reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 3 D12-226 mm reinforcement bars and beam support reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 4 D12-160 mm reinforcement bars. For the pier piles using concrete with a diameter of 800 mm and has 16 D20-50 mm main reinforcement bars. Using 420 Mpa steel and 40 Mpa concrete. From the result of the value of internal forces such as moments, shear forces, and maximum axial forces that occur in each structural element are still bellow the material permit limit so that the jetty pier structure is declared safe. Thus, the us of STAAD.Pro simplifies the calculation process and provides accurate results in designing the jetty pier structure.
Pengaruh Curing Air Payau Dan Air Tawar Terhadap Kuat Tekan Mortar Menggunakan Pasir Sungai Lamasi Nesha Trisedya Amru; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman (curing) menggunakan air payau dan air tawar terhadap kuat tekan mortar dengan menggunakan agregat halus dari Sungai Lamasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur mortar 7 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 32 sampel yang terdiri atas variasi perendaman air tawar dan air payau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar yang menggunakan pasir Sungai Masamba memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar dengan pasir Sungai Masamba dalam perendaman air tawar mencapai 251,298 kg/cm² (20,50 MPa), sedangkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi hanya mencapai 156,687 kg/cm² (12,75 MPa). Perendaman menggunakan air payau menyebabkan penurunan kuat tekan pada kedua jenis mortar, yaitu sebesar 9,72% pada pasir Masamba dan 51,74% pada pasir Lamasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik butiran agregat dan tingkat penyerapan air dari masing-masing pasir. This study aims to analyze the effect of curing using brackish water and fresh water on the compressive strength of mortar using fine aggregate from the Lamasi River. The research employed an experimental method using cube-shaped specimens measuring 5 × 5 × 5 cm in accordance with the SNI 03-6825-2002 standard. Compressive strength testing was conducted at mortar ages of 7 and 28 days. A total of 32 specimens were prepared, consisting of variations of fresh water and brackish water curing. The results show that mortar using Masamba River sand has a higher compressive strength compared to mortar using Lamasi River sand. At the age of 28 days, the compressive strength of mortar with Masamba sand cured in fresh water reached 251.298 kg/cm² (20.50 MPa), while mortar with Lamasi sand only reached 156.687 kg/cm² (12.75 MPa). Curing using brackish water resulted in a decrease in compressive strength in both types of mortar, namely 9.72% for Masamba sand and 51.74% for Lamasi sand. This difference is influenced by the characteristics of aggregate particles and the water absorption capacity of each sand type.
Analisis Kondisi Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Road Condition Index (RCI) Dan Pavement Condition Index (PCI) Pada Ruas Jalan Rantemario Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur Huswa Huswa; Muhammad Fikri; Muhammad Rafdy
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perkerasan jalan pada ruas Jalan Rantemario Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur dengan menggunakan metode Road Condition Index (RCI) dan Pavement Condition Index (PCI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kondisi jalan secara langsung di lapangan sepanjang 1.000 meter yang dibagi menjadi beberapa segmen pengamatan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis kerusakan jalan, dimensi kerusakan, serta kondisi permukaan jalan pada setiap segmen. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang ditemukan pada ruas jalan tersebut antara lain retak kulit buaya, retak pinggir, lubang, dan tambalan. Berdasarkan hasil analisis metode RCI diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,59 yang menunjukkan bahwa kondisi jalan termasuk dalam kategori jelek dengan permukaan jalan tidak rata dan terdapat beberapa lubang. Sementara itu, hasil analisis menggunakan metode PCI menunjukkan nilai rata-rata sebesar 23,7 yang termasuk dalam kategori serius, sehingga diperlukan tindakan rekonstruksi jalan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi instansi terkait dalam menentukan program pemeliharaan dan perbaikan jalan secara tepat This study aims to analyze the pavement condition of the Rantemario road section in Tomoni District, East Luwu Regency using the Road Condition Index (RCI) and Pavement Condition Index (PCI) methods. This research employed a quantitative approach through a direct field survey conducted along a 1,000-meter road segment which was divided into several observation sections. The data collected included the types of road damage, dimensions of the damage, and pavement surface conditions in each segment. The results of the analysis show that the types of damage found on the road section include alligator cracking, edge cracking, potholes, and patches. Based on the analysis using the RCI method, the average value obtained was 4.59, indicating that the road condition falls into the poor category, characterized by uneven pavement surfaces and the presence of several potholes. Meanwhile, the analysis using the PCI method resulted in an average value of 23.7, which is classified as serious, indicating that road reconstruction is required. The results of this study are expected to serve as a reference for relevant agencies in determining appropriate road maintenance and rehabilitation programs.
Analisis Kapasitas Simpang Empat Tak Bersinyal Pada Lalu Lintas Kota Palopo: Studi Kasus: Simpang Empat Jalan Andi Djemma Fajar Fajar; Rakhmawati Natsir; Muhammad Fikri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan kinerja simpang empat tak bersinyal pada Jalan Andi Djemma Kota Palopo menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lalu lintas di lapangan untuk memperoleh data volume kendaraan, waktu tundaan, serta kondisi geometrik simpang. Analisis dilakukan dengan menghitung kapasitas dasar simpang, derajat kejenuhan (Dj), tundaan rata-rata, dan tingkat pelayanan simpang (Level of Service). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas dasar simpang sebesar 3.134 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada hari Senin sebesar 0,98 dengan tingkat pelayanan LOS E, yang menunjukkan kondisi lalu lintas mendekati jenuh dengan tundaan rata-rata sebesar 18,18 detik/smp. Secara umum, simpang empat Jalan Andi Djemma mengalami kepadatan lalu lintas pada hari kerja terutama pada awal pekan, sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja simpang dan kelancaran arus lalu lintas. This study aims to analyze the capacity and performance of the unsignalized four-leg intersection on Andi Djemma Street, Palopo City, using the Indonesian Highway Capacity Guidelines (PKJI) 2023 method. This research employed a quantitative approach through field traffic surveys to obtain data on traffic volume, delay time, and the geometric conditions of the intersection. The analysis was conducted by calculating the basic intersection capacity, degree of saturation (DS), average delay, and the intersection level of service (LOS). The results indicate that the basic capacity of the intersection is 3,134 passenger car units per hour (pcu/h). The highest degree of saturation occurred on Monday with a value of 0.98, corresponding to a Level of Service (LOS) E, indicating traffic conditions approaching saturation with an average delay of 18.18 seconds/pcu. In general, the four-leg intersection on Andi Djemma Street experiences traffic congestion on weekdays, particularly at the beginning of the week. Therefore, further evaluation is required to improve the intersection performance and ensure smoother traffic flow.
Hubungan Penerapan Tender Elektronik dengan Efisiensi Waktu Dan Biaya Pengadaan Barang Dan Jasa: Studi Kasus: LPSE Kota Palopo Audy Ainun; Jusmidah Jusmidah; Muhammad Fikri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan tender elektronik (e-Tendering) terhadap efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengadaan barang dan jasa di LPSE Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan inferensial. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 16 responden yang terdiri dari admin LPSE, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja (Pokja), serta penyedia jasa. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis persentase dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara variabel tender elektronik dengan efisiensi waktu dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Tendering di Kota Palopo mampu meningkatkan efisiensi proses pengadaan. Nilai rata-rata persepsi responden terhadap kemudahan sistem, efisiensi waktu, dan efisiensi biaya berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase antara 84% hingga 96%. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara tender elektronik dengan efisiensi waktu (r = 0,95) serta efisiensi biaya (r = 0,93). Selain itu, proses tender elektronik hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu dengan biaya berkisar Rp0 hingga Rp100.000, sedangkan tender manual memerlukan waktu sekitar tiga minggu dengan biaya antara Rp500.000 hingga Rp3.000.000. Dengan demikian, penerapan e-Tendering terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengadaan barang dan jasa di LPSE Kota Palopo. This study aims to analyze the effect of implementing electronic tendering (e-Tendering) on time and cost efficiency in the procurement process of goods and services at the LPSE of Palopo City. This research employed a quantitative approach using descriptive and inferential methods. Data were collected through questionnaires distributed to 16 respondents consisting of LPSE administrators, Commitment Making Officials (PPK), Working Groups (Pokja), and service providers. The research instrument used a Likert scale ranging from 1 to 5. Data analysis was conducted using percentage analysis and Pearson correlation tests to determine the relationship between electronic tendering and time and cost efficiency. The results indicate that the implementation of e-Tendering in Palopo City improves the efficiency of the procurement process. The average perception score of respondents regarding system usability, time efficiency, and cost efficiency falls within a very high category, with percentages ranging from 84% to 96%. The Pearson correlation test results show a very strong and positive relationship between electronic tendering and time efficiency (r = 0.95), as well as cost efficiency (r = 0.93). Furthermore, the electronic tendering process only requires approximately two weeks with costs ranging from IDR 0 to IDR 100,000, whereas manual tendering takes around three weeks with costs ranging from IDR 500,000 to IDR 3,000,000. Therefore, the implementation of e-Tendering has been proven to improve time and cost efficiency in the procurement process of goods and services at the LPSE of Palopo City.
Tinjauan Keandalan Struktur Beton Menggunakan Metode Non-Destructive Testing (NDT) Dengan Hammer Test: Studi Kasus Gedung FISIP Universitas Andi Djemma Ardi Parenta; Muhammad Fikri; Sudirman Sudirman; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan struktur beton pada Gedung FISIP Universitas Andi Djemma menggunakan metode non-destruktif, yaitu Schmidt Hammer Test. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental melalui pengujian langsung di lapangan pada elemen struktur bangunan yang meliputi kolom, balok, pelat, dan sloof. Jumlah titik pengujian terdiri dari 28 titik kolom, 38 titik balok, 38 titik sloof, dan 40 titik pelat yang mengacu pada SNI 03-4430-1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton rata-rata pada masing-masing elemen struktur adalah sebesar 18,63 MPa untuk balok, 18,92 MPa untuk kolom, 18,94 MPa untuk pelat, dan 18,63 MPa untuk sloof. Berdasarkan hasil tersebut, mutu beton eksisting masih berada dalam kategori cukup baik dan dinilai masih layak untuk digunakan sesuai fungsi bangunan. This study aims to evaluate the reliability of the concrete structure of the FISIP Building at Andi Djemma University using a non-destructive method, namely the Schmidt Hammer Test. The research method employed is a quantitative experimental approach through direct field testing on structural elements, including columns, beams, slabs, and sloof (tie beams). The number of test points consisted of 28 columns, 38 beams, 38 sloofs, and 40 slabs, referring to SNI 03-4430-1997 standards. The results indicate that the average compressive strength of concrete for each structural element is 18.63 MPa for beams, 18.92 MPa for columns, 18.94 MPa for slabs, and 18.63 MPa for sloofs. Based on these findings, the existing concrete quality is categorized as fairly good and is considered adequate for its intended structural function.