Pertambahan volum limbah padat secara eksponensial mengharuskan adanya transformasi dari sistem pengelolaan konvensional menuju mekanisme daur ulang. Pemilahan di titik sumber masih bergantung pada tenaga manual yang tidak efisien, termasuk di lingkungan SMK Hasan Kafrawi Mayong. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan prototipe pemilah sampah otomatis menggunakan modul ESP32-CAM yang dikombinasikan dengan metode Gaussian Blur sebagai filter spasial (low-pass filter) untuk meredam noise frekuensi tinggi dan glare akibat pencahayaan dinamis. Citra yang terfilter kemudian diklasifikasikan menggunakan thresholding warna HSV untuk menggerakkan aktuator servo. Hasil eksperimen menunjukkan tanpa Gaussian Blur, sistem hanya mencapai akurasi 35% akibat nilai HSV yang tidak stabil. Dengan penerapan tahap pra-pemrosesan Gaussian Blur, akurasi klasifikasi meningkat signifikan menjadi 85%, di mana sistem berhasil mengklasifikasikan 17 dari 20 sampel dengan benar. Meskipun proses filtrasi menambah beban komputasi sebesar 29 ms pada response time (dari 2062 ms menjadi 2091 ms), peningkatan tersebut relatif kecil dan tidak mengganggu operasi real-time perangkat.
Copyrights © 2026