Kegiatan pengabdian ini berangkat dari kebutuhan penguatan literasi parenting inklusi pada komunitas pendidikan, terutama dalam memahami anak berkebutuhan khusus, mengurangi stigma, dan menerjemahkan prinsip pendidikan inklusif ke dalam praktik pengasuhan serta pembelajaran sehari-hari. Program dilaksanakan melalui workshop partisipatif yang memadukan edukasi konsep, refleksi kasus, pengenalan Universal Design for Learning (UDL), adaptasi kurikulum, dan pemanfaatan studi kasus berbantu AI secara terbatas. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action dengan tahapan pemetaan masalah, penyusunan materi, pelaksanaan workshop, praktik analisis kasus, dan evaluasi formatif. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi proses, catatan diskusi, lembar refleksi, serta matriks rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi parenting inklusi lebih mudah dipahami ketika peserta diajak membaca kasus konkret, membedakan model sekolah reguler, inklusi, dan SLB, serta menyusun strategi berbasis UDL sesuai kebutuhan anak. Integrasi AI membantu menghadirkan variasi skenario diskusi, tetapi tetap memerlukan kurasi fasilitator agar tidak menggantikan pertimbangan etik dan konteks lokal. Kegiatan ini penting sebagai model edukasi awal bagi orang tua, pendidik, dan calon pendidik untuk membangun lingkungan belajar yang aman, adaptif, dan tidak diskriminatif.
Copyrights © 2026