Tradisi kirim doa merupakan kearifan lokal masyarakat Jawa di Desa Kedungsekar, Gresik, yang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai budi pekerti seperti religius, gotong royong, kepedulian sosial, dan penghormatan kepada orang tua serta leluhur. Seiring perkembangan zaman, keterlibatan generasi muda dalam tradisi ini cenderung menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi kirim doa dalam pembentukan karakter serta mengidentifikasi tantangan dan upaya pelestariannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kirim doa tetap relevan sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal serta mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Copyrights © 2026