Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran budaya membaca dan pemanfaatan pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 4C MI Wachid Hasjim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca difungsikan melalui tiga aktivitas utama: (1) sarana Gerakan Literasi Sekolah (GLS) selama 15 menit sebelum pembelajaran, (2) sumber referensi diskusi materi pelajaran, dan (3) pengisi waktu luang siswa. Implementasi ini berdampak positif pada peningkatan minat baca yang terukur dari tingginya frekuensi kunjungan siswa ke pojok baca, peningkatan kreativitas dalam menghasilkan karya sastra dan seni, serta perluasan kosakata siswa. Meskipun ditemukan hambatan berupa keterbatasan variasi koleksi buku dan dukungan orang tua, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pojok baca yang menarik dan terorganisir mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026