Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mahasiswa yang bekerja di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya mampu menjaga keseimbangan antara belajar dan bekerja, serta memahami cara mereka mengatur dua peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data dengan cara wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sekaligus bekerja menghadapi konflik peran, seperti perubahan jadwal antara kuliah dan pekerjaan, keterbatasan waktu dalam menyelesaikan tugas, serta kelelahan fisik dan tekanan mental. Dalam perspektif teori peran Robert Linton mengatakan situasi seperti itu terjadi karena seseorang memiliki banyak tugas atau peran yang harus dipenuhi ketika menjalani lebih dari satu status sosial . Konflik peran yang muncul tidak membuat siswa berhenti dari salah satu peran , melainkan mendorong mereka untuk menggunakan berbagai cara menyesuaikan diri. Strategi yang ditemukan dalam penelitian ini mencakup pengaturan waktu dengan disiplin , menentukan prioritas saat ada benturan tugas, menggunakan waktu senggang untuk menyelesaikan pekerjaan, serta berkomunikasi dengan tempat kerja untuk mencapai kesepakatan mengenai jadwal. Jadi, keseimbangan antara belajar dan bekerja yang dirasakan siswa tidak berarti tidak ada konflik, tetapi itu hasil dari proses mengelola dan menyesuaikan peran secara terus-menerus.
Copyrights © 2026