Perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi masyarakat, namun sebagian besar masih berfungsi sebatas tempat penyimpanan buku dengan koleksi terbatas dan belum memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan Perpustakaan Desa Ambalutu, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, menjadi pusat edukasi berbasis digitalisasi guna meningkatkan minat baca dan literasi informasi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang terdiri atas lima tahapan, yaitu survei lokasi, sosialisasi kegiatan, pelatihan dan bimbingan teknis, penerapan teknologi digital, serta pendampingan, evaluasi, dan monitoring. Sasaran kegiatan meliputi perangkat desa, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan masyarakat umum. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada berbagai aspek layanan perpustakaan, antara lain perencanaan kerja berkelanjutan (skor 4,53), kepuasan pelatihan staf (4,45), pengelolaan koleksi (4,40), digitalisasi koleksi dan layanan (4,18), serta kepuasan pengguna (4,50). Digitalisasi perpustakaan berupa penerapan aplikasi katalog digital, penyediaan bahan bacaan elektronik, dan pengembangan sistem peminjaman daring terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat dan minat baca, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan ini juga berhasil membangun kemitraan multipihak antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi PKK yang mendukung keberlanjutan program. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi di desa lain sebagai strategi penguatan literasi digital berbasis komunitas.
Copyrights © 2026