Masa remaja awal merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter, perilaku sehat, dan ketangguhan peserta didik. Namun, siswa sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai risiko, seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan rendahnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam mencegah perundungan dan penyalahgunaan narkoba serta menghadapi situasi bencana. Kegiatan dilaksanakan di SMP Tunas Karya Pekanbaru dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 15–20 siswa yang dipilih secara purposive dari beberapa tingkat kelas. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran media audiovisual, dan simulasi sederhana kesiapsiagaan bencana. Hasil observasi menunjukkan bahwa pada awal kegiatan sebagian siswa masih menganggap perundungan sebagai candaan, belum memahami dampak jangka panjang narkoba, serta belum mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul. Setelah mengikuti kegiatan, siswa mampu mengidentifikasi bentuk perundungan fisik, verbal, sosial, dan siber, menjelaskan dampak penyalahgunaan narkoba, serta mempraktikkan langkah dasar perlindungan diri dalam situasi darurat. Partisipasi, kepercayaan diri, dan sikap penolakan siswa terhadap perundungan dan narkoba juga meningkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terpadu, interaktif, dan kontekstual dapat membantu membentuk lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan tangguh. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan dalam pembelajaran, bimbingan konseling, serta kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Copyrights © 2026