Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING, NARKOBA DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DALAM MENGUPAYAKAN GENERASI EMAS YANG SEHAT DAN TANGGUH DI SMP TUNAS KARYA PEKANBARU Yoga Saputra; Revita Susanti; Endri Hermawan; Revania Bakti Maulidy; Ghania Nabila Zahra; Oktavia Ramadhani; Herma Winasti; Siska BR. Sitorus; Miki Nuraini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61577

Abstract

Masa remaja awal merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter, perilaku sehat, dan ketangguhan peserta didik. Namun, siswa sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai risiko, seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan rendahnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam mencegah perundungan dan penyalahgunaan narkoba serta menghadapi situasi bencana. Kegiatan dilaksanakan di SMP Tunas Karya Pekanbaru dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 15–20 siswa yang dipilih secara purposive dari beberapa tingkat kelas. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran media audiovisual, dan simulasi sederhana kesiapsiagaan bencana. Hasil observasi menunjukkan bahwa pada awal kegiatan sebagian siswa masih menganggap perundungan sebagai candaan, belum memahami dampak jangka panjang narkoba, serta belum mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul. Setelah mengikuti kegiatan, siswa mampu mengidentifikasi bentuk perundungan fisik, verbal, sosial, dan siber, menjelaskan dampak penyalahgunaan narkoba, serta mempraktikkan langkah dasar perlindungan diri dalam situasi darurat. Partisipasi, kepercayaan diri, dan sikap penolakan siswa terhadap perundungan dan narkoba juga meningkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terpadu, interaktif, dan kontekstual dapat membantu membentuk lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan tangguh. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan dalam pembelajaran, bimbingan konseling, serta kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Gambaran Determinan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Mahasiswa Keperawatan Dalam Melakukan Hand Hygiene Pada Praktik Klinik Di Irna Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Herma Winasti; Afrida Sriyani Harahap; Fitry Erlin; Ulfa Hasanah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2443

Abstract

Hand hygiene merupakan salah satu tindakan penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi serta peningkatan keselamatan pasien. Kepatuhan mahasiswa keperawatan dalam melakukan hand hygiene selama praktik klinik dapat dipengaruhi oleh berbagai determinan, antara lain pengetahuan, sikap, motivasi, sarana dan prasarana, serta supervisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran determinan yang memengaruhi kepatuhan mahasiswa keperawatan dalam melakukan hand hygiene pada praktik klinik di IRNA Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 109 mahasiswa keperawatan yang menjalani praktik klinik di IRNA Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, motivasi, sarana dan prasarana, serta supervisi, sedangkan kepatuhan hand hygiene dinilai berdasarkan lima momen hand hygiene. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa 95 responden (87,2%) memiliki kepatuhan hand hygiene yang baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 56 responden (51,4%), sikap positif 76 responden (69,7%), sarana dan prasarana memadai 75 responden (68,8%), motivasi tinggi 70 responden (64,2%), dan supervisi baik 73 responden (67,0%). Secara keseluruhan, determinan yang diteliti cenderung mendukung kepatuhan hand hygiene, meskipun masih terdapat responden pada kategori yang kurang mendukung. Edukasi berkelanjutan, ketersediaan fasilitas, penguatan motivasi, serta supervisi yang konsisten diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan hand hygiene mahasiswa keperawatan.