Lansia yang tinggal di panti sosial berisiko mengalami penurunan suasana hati akibat perubahan psikologis, berkurangnya interaksi sosial, serta keterpisahan dari keluarga. Kondisi tersebut memerlukan intervensi nonfarmakologis yang sederhana, mudah diterapkan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan suasana hati lansia melalui penerapan terapi reminiscence di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Manado. Metode yang digunakan berupa pendidikan masyarakat melalui penyuluhan mengenai kesehatan mental lansia dan pelatihan terapi reminiscence secara berkelompok. Sebanyak 50 lansia mengikuti kegiatan yang diawali dengan pengukuran pre-test suasana hati menggunakan skala mood, dilanjutkan dengan sesi terapi selama 45–60 menit, kemudian dilakukan post-test dan observasi perubahan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor suasana hati dari 5,04 ± 0,78 sebelum intervensi menjadi 7,74 ± 0,67 setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,70 ± 0,46 poin (p < 0,001). Selain itu, hasil observasi memperlihatkan bahwa peserta tampak lebih rileks, lebih ceria, lebih aktif, lebih percaya diri, dan lebih mudah berinteraksi. Penerapan terapi reminiscence terbukti efektif meningkatkan suasana hati lansia dan berpotensi menjadi salah satu program psikososial yang dapat diterapkan secara rutin di panti sosial untuk mendukung penuaan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2026