Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan maritim menuntut penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan mampu meningkatkan kemandirian belajar taruna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital Bridge Resource Management (BRM) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan Self-Regulated Learning (SRL) taruna Program Studi Nautika AMI AIPI Makassar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih digunakannya modul cetak konvensional yang kurang interaktif serta rendahnya kemampuan regulasi diri taruna dalam proses pembelajaran BRM. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 20 taruna Nautika Tingkat III AMI AIPI Makassar tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons dosen dan taruna, tes hasil belajar, dan angket SRL. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, uji validitas Gregory, serta uji hipotesis statistik menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui efektivitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital BRM memperoleh rata-rata validitas sebesar 89,25% dengan kategori sangat valid, tingkat kepraktisan oleh dosen sebesar 91,00% dengan kategori sangat praktis, dan respons taruna sebesar 69,16% dengan kategori praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan SRL taruna setelah penggunaan modul dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, modul digital BRM yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung peningkatan SRL taruna pada Program Studi Nautika AMI AIPI Makassar.
Copyrights © 2026