Perbedaan hasil belajar pada kompetensi kelistrikan otomotif antara pengimplementasian eksperimen terbimbing maupun pembelajaran konvensional pada siswa SMK menjadi fokus dalam penelitian ini. Metode yang diadopsi ialah pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experiment melalui nonequivalent control group design. Sebanyak 74 siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dilibatkan sebagai partisipan penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pemberian pretest dan posttest mempergunakan instrumen yang telah lolos pengujian validitas maupun reliabilitas. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya nilai rerata posttest kelompok eksperimen mencapai 86,3, lebih tinggi dibandingkannya kelompok kontrol yang mendapat 73,1. Pengujian independent sample t-test memberikan hasil nilai Sig. 0,000 (<0,05), sehingga menegaskan adanya perbedaannya yang signifikan pada hasil belajar kedua kelompok. Tidak hanya itu, analisa N-Gain memberikan indikasi peningkatan hasil belajar 66,93% pada kelas eksperimen dengan kategori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya mendapat 36,13% maupun tergolong tidak efektif. Efektivitas eksperimen terbimbing dalam menambah tingkatan hasil belajar siswa terbukti lebih baik dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Melalui aktivitas praktik, observasi, maupun penyelesaian masalah secara langsung, siswa menjadi lebih aktif sehingga pembelajaran terasa lebih kontekstual serta lebih mudah dipahami. Penelitian ini diharapkannya mampu menjadi bahan rujukan dalam pengembangan pembelajaran vokasional dengan basis praktik di SMK. Penelitian selanjutnya, disarankan agar metode eksperimen terbimbing diterapkan pada materi, kompetensi, maupun cakupan subjek yang lebih luas.
Copyrights © 2026