Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengalaman subjektif peserta didik terkait fomo, memahami makna fomo dalam kehidupan sehari-hari, serta menganalisis peran pembelajaran reflektif dalam membantu peserta didik mengelola kecenderungan fomo. Penelitian menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan enam informan peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tengaran yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur kepada enam peserta didik dan satu guru PAI, observasi terhadap proses pembelajaran PAI, serta dokumentasi berupa catatan lapangan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber (peserta didik dan guru) serta triangulasi teknik (wawancara, observasi, dan dokumentasi), dengan analisis data dilakukan melalui tahapan IPA mulai dari membaca dan membaca ulang (reading and re-reading) hingga penyusunan Group Experiential Themes (GET). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, fomo dirasakan sebagian besar informan sebagai dorongan yang wajar dan menyenangkan, bukan kecemasan, sehingga lebih sulit disadari dan cenderung muncul saat pembelajaran membosankan. Kedua, fomo tidak berhenti sebagai perasaan tetapi mendorong tindakan nyata yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari meniru konten hingga keputusan belanja yang tidak direncanakan. Ketiga, pembelajaran reflektif terbukti menghasilkan perubahan nyata secara bertahap terhadap cara peserta didik bersikap di media sosial, dengan perubahan yang bersumber dari pemahaman diri peserta didik sendiri. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas konteks pada mata pelajaran atau jenjang pendidikan lain guna mendalami kontribusi pembelajaran reflektif dalam membantu peserta didik mengelola kecenderungan fomo.
Copyrights © 2026