Journal of Community and Clinical Pharmacy
Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026

Perencanaan Dan Pengadaan Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara: Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara

Widy Susanti Abdulkadir (Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia)
Endah Nurrohwinta Djuwarno (Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia)
Teti Sutriyati Tuloli (Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia)
Lisa Efriani Puluhulawa (Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia)
Salvarinho Binsasi (Universitas Negeri Gorontalo)



Article Info

Publish Date
16 Jul 2026

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas. Ketersediaan obat yang tepat jenis, jumlah, dan waktu sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengadaan obat yang dapat menimbulkan kekosongan maupun kelebihan stok obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kota Utara. Penelitian menggunakan metode. observasional deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dilakukan selama dua bulan (Juni–Juli 2025) di Puskesmas Kota Utara. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan apoteker dan tenaga teknis kefarmasian (TTK) sebagai informan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen perencanaan dan pengadaan obat. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan mekanisme perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan obat di Puskesmas Kota Utara dilaksanakan oleh apoteker dan dibantu TTK menggunakan. Alur perencanaan dilakukan dengan melihat stok opname, menghitung buffer stock, dan menyusun LPLPO dengan dukungan sarana seperti kartu stok, komputer, dan printer. Pengadaan obat dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu dari instalasi farmasi dan pengadaan mandiri dengan sumber pendanaan berasal dari APBD dan JKN. Kesimpulan penelitian ini adalah perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kota Utara telah sesuai dengan pedoman standar pelayanan kefarmasian, namun masih terdapat kendala berupa kekosongan obat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala serta optimalisasi koordinasi dengan instalasi farmasi dan pemanfaatan dana JKN agar ketersediaan obat lebih terjamin.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jccp

Publisher

Subject

Education Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Farmasi Komunitas Layanan Kefarmasian/Pharmaceutical Care Farmasi Klinik Farmasi Rumah Sakit Managemen ...