Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluation of Physical Stability of Carbopol Gel Containing Curcumin under Temperature Variations Najwa Athifah Tsamarah Umar; Mohamad Aprianto Paneo; Nurain Thomas; Fika Nuzul Ramadhani; Lisa Efriani Puluhulawa
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i2.307

Abstract

Inflammation is a biological response to tissue damage characterized by swelling, redness, pain, and increased local temperature. Curcumin is known to possess anti-inflammatory activity by inhibiting inflammatory mediators such as tumor necrosis factor-alpha (TNF-α). This study aimed to develop a Carbopol-based curcumin gel formulation and evaluate its physical characteristics and stability under various temperature conditions. This research employed a laboratory experimental method including gel base optimization, formulation of curcumin gel with concentration variations (1%, 2%, and 3%), physical evaluation, and stability testing using a temperature stress test at low and high temperatures. The results showed that Carbopol 0.5% was the optimal gel base. All formulations met the required physical characteristics, including homogeneity, pH, viscosity, spreadability, and adhesiveness. Stability testing indicated that the formulations were organoleptically stable and relatively stable chemically, although viscosity decreased at higher temperatures. Therefore, Carbopol-based curcumin gel has potential as a stable and effective topical preparation.
Tinjauan Penerapan Standar CDOB dalam Meminimalisir Kejadian Kesalahan Pengiriman Pada Pedagang Besar Farmasi “X” di Kota Makassar I Kadek Donny Angriawan; Putri Nurjannah Hamzah; Nurfikah Humairah Yahya; Sitti Khofifah Gani; Mahdalena Sy. Pakaya; Lisa Efriani Puluhulawa
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1301

Abstract

Kesalahan pengiriman obat merupakan salah satu risiko operasional yang dapat terjadi pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan berpotensi memengaruhi mutu pelayanan distribusi serta keselamatan pasien. Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) menjadi upaya penting dalam meminimalisir terjadinya kesalahan pengiriman melalui pengendalian proses distribusi yang terstandar. Tujuan: Penelitian ini untuk meninjau penerapan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dalam meminimalisir kejadian kesalahan pengiriman pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) “X” di Kota Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain crosssectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan checklist CDOB, kuesioner yang terdiri dari 22 indikator, wawancara dengan personel terkait, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase tingkat kesesuaian penerapan CDOB berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penerapan CDOB di PBF “X” mencapai 90,91% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sebagian besar indikator telah diterapkan dengan baik, meliputi prosedur penerimaan pesanan, verifikasi pelanggan, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO), pemeriksaan ulang sebelum pengemasan, dokumentasi pengiriman, pelatihan personel, serta penanganan ketidaksesuaian. Meskipun demikian, masih terdapat peluang pengembangan pada aspek sistem pelacakan pengiriman secara real-time dan pemanfaatan teknologi barcode scanner atau sistem komputerisasi yang lebih terintegrasi guna meningkatkan ketertelusuran produk dan mengurangi risiko human error. Kesimpulan: Penerapan standar CDOB di PBF “X” Kota Makassar telah berjalan dengan sangat baik dan berkontribusi dalam meminimalisir risiko kesalahan pengiriman obat. Pengembangan teknologi digital pada proses distribusi berpotensi semakin meningkatkan efisiensi operasional, ketertelusuran produk, serta mutu pelayanan distribusi farmasi secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pemanfaatan Daun Kelor Berbasis Data Empiris Sebagai Permen Pendukung Gizi Anak Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai; Lisa Efriani Puluhulawa; Amelia Regina Arsyad
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v5i2.3499

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya protein, vitamin, dan mineral, serta berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak apabila diolah dalam bentuk yang lebih diterima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) berbasis data empiris masyarakat sebagai permen pendukung gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tinelo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan sasaran ibu yang memiliki anak usia 5–12 tahun. Tahap awal dilakukan pengumpulan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan daun kelor dan tingkat penerimaan anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat gizi daun kelor serta pendampingan pembuatan permen herbal kelor sebagai inovasi pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pra dan pasca kegiatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap manfaat gizi daun kelor, dukungan terhadap inovasi pengolahan, penerimaan anak terhadap konsumsi kelor, partisipasi aktif masyarakat, serta minat untuk mengolah daun kelor secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis data empiris dan inovasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai pendukung gizi anak.
Perencanaan Dan Pengadaan Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara: Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara Widy Susanti Abdulkadir; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Teti Sutriyati Tuloli; Lisa Efriani Puluhulawa; Salvarinho Binsasi
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.247

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas. Ketersediaan obat yang tepat jenis, jumlah, dan waktu sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengadaan obat yang dapat menimbulkan kekosongan maupun kelebihan stok obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kota Utara. Penelitian menggunakan metode. observasional deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dilakukan selama dua bulan (Juni–Juli 2025) di Puskesmas Kota Utara. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan apoteker dan tenaga teknis kefarmasian (TTK) sebagai informan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen perencanaan dan pengadaan obat. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan mekanisme perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan obat di Puskesmas Kota Utara dilaksanakan oleh apoteker dan dibantu TTK menggunakan. Alur perencanaan dilakukan dengan melihat stok opname, menghitung buffer stock, dan menyusun LPLPO dengan dukungan sarana seperti kartu stok, komputer, dan printer. Pengadaan obat dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu dari instalasi farmasi dan pengadaan mandiri dengan sumber pendanaan berasal dari APBD dan JKN. Kesimpulan penelitian ini adalah perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kota Utara telah sesuai dengan pedoman standar pelayanan kefarmasian, namun masih terdapat kendala berupa kekosongan obat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala serta optimalisasi koordinasi dengan instalasi farmasi dan pemanfaatan dana JKN agar ketersediaan obat lebih terjamin.