Penderita kanker di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menghadapi tantangan signifikan berupa penurunan kualitas hidup akibat kurangnya pemahaman penyakit, keterbatasan dukungan psikososial, dan stigma sosial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan dukungan psikososial kepada penderita kanker di YKI guna meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup mereka. Kegiatan ini mengimplementasikan metode Participatory Learning and Action (PLA) yang berfokus pada partisipasi aktif komunitas. Intervensi utama mencakup tiga pilar: (1) Edukasi kesehatan mengenai deteksi dini dan manajemen gejala; (2) Pendampingan psikososial melalui Focus Group Discussion (FGD); dan (3) Diskusi penggalian potensi diri untuk keterampilan produktif. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap tiga belas responden. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan manajemen kanker (p<0.001) dan skor kualitas hidup (p<0.001). Signifikansi temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif mampu menjembatani kesenjangan pelayanan suportif di fasilitas singgah kanker. Untuk menjaga keberlanjutan program, kegiatan ini akan diintegrasikan sebagai agenda rutin yayasan melalui pembentukan kelompok dukungan sebaya mandiri. Secara substantif, program ini berhasil memperkuat dukungan emosional dan memberdayakan pasien untuk hidup lebih bermakna.
Copyrights © 2026