Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FACTORS ASSOCIATED WITH THE INCIDENCE OF HYPOTENSION IN PATIENTS UNDER CAESAREAN SECTION WITH SPINAL ANESTHESIA AT MUHAMMADIYAH HOSPITAL, PALEMBANG Tiara Putri Dela; Joko Murdiyanto; Heri Puspito
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 2 No. 2 (2026): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jian.v2i2.4712

Abstract

ABSTRACT Background: Hypotension can possibly occur when systolic blood pressure drops below 90 mmHg and diastolic blood pressure falls below 60 mmHg. The sympathetic nervous system, which controls vascular muscle tone, is blocked during spinal anesthesia, resulting in hypotension Methods: This is a quantitative study using an analytical observational method. The study was conducted from February to March 2026 at the Central Operating Theater (COT) of Muhammadiyah Hospital, Palembang. The sample size was 40 respondents that met the inclusion and exclusion criteria. Chisquare analysis was performed in this study. Results: Two variables were significantly associated with the incidence of hypotension in cesarean section patients with spinal anesthesia: age (p-value = 0.046) and the level of sympathetic blockade (p-value = 0.033). The variables of anesthetic drug type and body position did not show a significant association with the incidence of hypotension (p-value = 0.364) and (p-value = 0.673). Conclusion: There is a significant association between age and the level of sympathetic blockade and the incidence of hypotension in cesarean section patients with spinal anesthesia at the Muhammadiyah Hospital, Palembang. Variables that did not show a significant association with the incidence of hypotension were anesthetic drug type and body position.
The THE EFFECT OF HEAD TILT-CHIN LIFT MANEUVER WITH RAMPED POSITION ON AIRWAY IN POST GENERAL ANESTHESIA PATIENTS WITH ENDOTRACHEAL TUBE AT RSUD WATES Puti Nadja Maharani Nadjaaa; Ratih Kusuma Dewi; Joko Murdiyanto
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 2 No. 2 (2026): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jian.v2i2.4771

Abstract

ABSTRACT Background: Patients recovering from general anesthesia with an endotracheal tube are at risk of airway patency impairment due to decreased pharyngeal muscle tone, residual anesthetic effects, and incomplete recovery of airway protective reflexes. Simple interventions such as the head tilt-chin lift maneuver with a ramped position can help maintain airway patency Methods: This quantitative quasi-experimental study used a two-group pretest-posttest design with 48 respondents divided into intervention and control groups. Data were collected via observation sheets and analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney U tests. Results: The result of Wilcoxon Signed Ranked Test in the intervention group showed p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect on airway patency. The control group showed p = 0.083 (p > 0.05), indicating no significant effect. The Mann-Whitney U Test showed p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the two groups. Conclusion: The head tilt-chin lift maneuver with a ramped position is effective in improving airway patency in post-general anesthesia patients with an endotracheal tube at RSUD Wates.
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SPINAL ANESTESI PADA PASIEN PRE OPERASI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Alvina Maharani Nur Aisyah; Joko Murdiyanto; Anita Setyowati
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.666

Abstract

Anestesi spinal atau Subarachnoid Block (SAB) merupakan anestesi regional dengan menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan pembedahan merupakan prosedur invasif dengan menggunakan tindakan anestesi, hal ini dapat menimbulkan kecemasan. Kurangnya pengetahuan mengakibatkan seseorang lebih mudah mengalami kecemasan. Pengetahuan dapat ditingkatkan dengan pemberian edukasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video terhadap tingkat pengetahuan spinal anestesi pada pasien pre operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah non probability sampling berupa purposive sampling, sampel 52 pasien pre operasi dengan tindakan spinal anestesi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Nilai probabilitas dalam uji statistik non parametrik Wilcoxon adalah 0,000, sehingga hasil menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan spinal anestesi pada pasien pre operasi sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi melalui media video terhadap tingkat pengetahuan spinal anestesi pada pasien pre operasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Kanker Bukan Akhir Segalannya: Edukasi dan Pemberdayaan untuk Hidup Berdaya Hamudi Prasestiyo; Zubaida Rohmawati; Joko Murdiyanto
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi November 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kanker di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menghadapi tantangan signifikan berupa penurunan kualitas hidup akibat kurangnya pemahaman penyakit, keterbatasan dukungan psikososial, dan stigma sosial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan dukungan psikososial kepada penderita kanker di YKI guna meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup mereka. Kegiatan ini mengimplementasikan metode Participatory Learning and Action (PLA) yang berfokus pada partisipasi aktif komunitas. Intervensi utama mencakup tiga pilar: (1) Edukasi kesehatan mengenai deteksi dini dan manajemen gejala; (2) Pendampingan psikososial melalui Focus Group Discussion (FGD); dan (3) Diskusi penggalian potensi diri untuk keterampilan produktif. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap tiga belas responden. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan manajemen kanker (p<0.001) dan skor kualitas hidup (p<0.001). Signifikansi temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif mampu menjembatani kesenjangan pelayanan suportif di fasilitas singgah kanker. Untuk menjaga keberlanjutan program, kegiatan ini akan diintegrasikan sebagai agenda rutin yayasan melalui pembentukan kelompok dukungan sebaya mandiri. Secara substantif, program ini berhasil memperkuat dukungan emosional dan memberdayakan pasien untuk hidup lebih bermakna.
Spiritualitas Sebagai Determinan Kualitas Tidur Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Hamudi Prasestiyo; Joko Murdiyanto; Anik Nur Setyaningsih; Ardi Purnomo
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 8 No. 2 (2025): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v8i2.11157

Abstract

Kanker dan terapi kemoterapi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga pada aspek psikologis, spiritual, dan kualitas tidur. Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien kanker selama menjalani kemoterapi dan dapat memengaruhi proses pemulihan serta kualitas hidup. Spiritualitas diduga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi beban fisik dan emosional, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara spiritualitas dengan kualitas tidur pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan teknik consecutive sampling terhadap 90 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas tidur dan spiritualitas, kemudian dianalisis dengan uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara spiritualitas dengan kualitas tidur (p-value = 0,047), dimana semakin tinggi tingkat spiritualitas maka semakin baik kualitas tidur yang dilaporkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa spiritualitas merupakan faktor protektif yang dapat mendukung kualitas tidur pasien selama kemoterapi. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi aspek spiritual sebagi pertimbangkan bagian dari pendekatan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.