QOUBA : Jurnal Pendidikan
Vol 3 No 1 (2026): 2026

Spiritual Science Integration: Harmonisasi Nilai Islam dengan Metodologi Ilmiah Modern

Muhammad Sahwil (Universitas Darul 'Ulum Lamongan, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri)
Said Maskur (Universitas Darul 'Ulum Lamongan, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri)
Muhammad Faisal (Universitas Darul 'Ulum Lamongan, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2026

Abstract

Artikel ini mengkaji spiritual science integration sebagai upaya harmonisasi nilai-nilai Islam dengan metodologi ilmiah modern dalam kerangka rekonstruksi epistemologi keilmuan Islam kontemporer. Krisis sains modern yang ditandai oleh reduksionisme, sekularisme metodologis, dan disorientasi etis telah menuntut reorientasi fundamental terhadap konsep ilmu pengetahuan yang berbasis pada paradigma tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis wacana epistemologis. Kerangka teoretis dibangun secara tiga lapis: teori Islamisasi ilmu pengetahuan dan kritik terhadap sains sekuler (al-Attas, al-Faruqi, Nasr, Sardar) sebagai grand theory, teori integrasi ilmu berbasis tauhid dan maqasid al-shariah (Bakar, Kartanegara, Auda, Açikgenç, Rahman) sebagai middle theory, serta teori multidisiplin-interdisiplin-transdisiplin dan sintesis bayani-burhani-irfani (Amin Abdullah, Kuntowijoyo) sebagai applied theory. Temuan utama menunjukkan bahwa spiritual science integration memerlukan empat dimensi: (1) rekonstruksi ontologis-epistemologis berbasis paradigma tauhid yang mengintegrasikan dimensi material dan spiritual realitas; (2) sintesis tiga metode keilmuan Islam (bayani, burhani, irfani) dengan metodologi ilmiah modern (empiris, rasional, eksperimental); (3) reorientasi teleologis sains berbasis maqasid al-shariah yang mengarahkan ilmu pengetahuan pada kemaslahatan manusia dan lingkungan; serta (4) institusionalisasi integrasi dalam pendidikan tinggi Islam melalui kurikulum integratif, paradigma riset prophetic, dan ekosistem keilmuan multidimensi. Penelitian menyimpulkan bahwa masa depan sains Islam tidak terletak pada penolakan terhadap sains modern tetapi pada rekonstruksi epistemologis yang mengakar pada tauhid, sehingga lahir sains yang bertanggung jawab etis, sosial, dan ekologis. Implikasi praktis adalah perlunya perguruan tinggi Islam mengembangkan kurikulum integratif, kapasitas dosen multidisipliner, dan tata kelola riset berbasis maqasid al-shariah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

quoba

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

QOUBA: Jurnal Pendidikan with e-ISSN 3089-2430 p-ISSN 3089-2449. is a peer-reviewed open access journal and follows a single-blind review policy. Scientific articles in QOUBA: Education Journal are the results of original research, conceptual ideas, and current studies within the scope of Education, ...