Pendidikan Agama Kristen (PAK) konvensional sering terjebak dalam pedagogi individualistik yang menggerus nilai persekutuan (koinonia). Di sisi lain, adopsi teknologi Google Workspace for Education (GWfE) sering kali terbatas pada fungsi administratif tanpa refleksi teologis. Penelitian ini bertujuan meninjau fitur kolaborasi real-time dalam GWfE sebagai "ruang liturgis digital" untuk memulihkan koinonia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berdialog dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan eklesiologi Bonhoeffer, penelitian menemukan bahwa teknologi cloud dapat menggeser paradigma belajar dari isolasi menuju interdependensi tubuh Kristus. Fitur seperti co-authoring terbukti bukan sekadar alat teknis, melainkan sarana formasi rohani yang melatih kerendahan hati dan kecerdasan kolektif. Implikasinya, guru PAK dipanggil bertransformasi dari penyampai informasi menjadi arsitek komunitas digital.
Copyrights © 2026