This study aims to map the ethnoastronomical structure and analyze the cosmological knowledge of the Buginese as represented in the Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR) manuscript. It employs a qualitative method with a philological-astronomical approach to bridge classical texts and the logic of traditional science. Data were collected through literature review and close reading of the Lontara-script manuscript, including stages of description, transcription, and transliteration. The data were analyzed using a descriptive-analytical approach by examining the structure and cosmological meanings of the Kutika Lima and Kutika Tujuh systems, as well as specific tables such as Kanjorona Masuwara and Putika Pa’kulu Jangé. The findings show that the KUSR manuscript presents a time system that functions as a form of social navigation to maintain harmony between the microcosm and macrocosm. This system demonstrates the standardization of local knowledge, integrating practical, symbolic, and spiritual dimensions into a unified framework, while reinforcing the position of Buginese ethnoastronomy as an adaptive and systematic form of traditional science. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur etnoastronomi dan menganalisis pengetahuan kosmologis masyarakat Bugis yang terepresentasi dalam naskah Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan filologi-astronomi untuk menjembatani teks klasik dengan logika sains tradisional. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan pembacaan mendalam (close reading) terhadap naskah beraksara lontara’, yang meliputi tahap deskripsi, transkripsi, serta transliterasi teks. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membedah struktur dan makna kosmologis pada sistem Kutika Lima dan Kutika Tujuh, serta tabel-tabel spesifik, seperti Kanjorona Masuwara dan Putika Pa’kulu Jangé. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah KUSR memuat sistem waktu yang berfungsi sebagai instrumen navigasi sosial untuk menjaga harmoni antara mikrokosmos dan makrokosmos. Sistem penentuan waktu dalam naskah ini membuktikan adanya standardisasi pengetahuan lokal yang mengintegrasikan dimensi praktis, simbolik, dan spiritual dalam satu kesatuan, sekaligus mempertegas posisi etnoastronomi Bugis sebagai bentuk sains tradisional yang adaptif dan sistematis.
Copyrights © 2026