Komunikasi merupakan kebutuhan dasar setiap individu dalam menjalani kehidupan sosial. Namun demikian, penyandang tuli sering menghadapi hambatan komunikasi dengan masyarakat umum karena keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kesenjangan komunikasi yang berdampak pada keterbatasan partisipasi sosial bagi penyandang tuli. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan bahasa isyarat dasar yang meliputi pengenalan alfabet isyarat, kosakata dasar, serta praktik komunikasi sederhana. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung antara peserta dan penyandang tuli. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya komunikasi inklusif serta meningkatnya kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa isyarat dasar. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, pelatihan bahasa isyarat dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.
Copyrights © 2026