Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TANTANGAN MAHASISWA CALON GURU SD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN PASCA PPL DI KAWASAN PERBATASAN DALAM MENGHADAPI ERA DIGITAL DAN MERDEKA BELAJAR Desy Irsalina Savitri
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v2i1.1449

Abstract

Abstract: Every profession definitely needs renewal. Someone who is involved in a profession is demanded to be creative, if there is no renewal then the natural law of the profession will be eroded by the times. This research will explain, (1) the challenges for prospective teacher students to understand their role and (2) the educational potential in North Kalimantan which has a border area. This study uses a quantitative method used to obtain data by distributing closed questionnaires filled in by 17 respondents, namely the 2016 PGSD students about challenges faced after implementing PPL which will be evaluated and can be used as their provisions as agents of changes in the Border Area. From the results of a closed questionnaire, respondents' data came from Tanjung Selor, which included 12%, Tanjung Palas 18%, Nunukan 29%, Malinau 12%, Summit 6%, Tarakan 12%, Sebatik 6%, Krayan 6%. As many as 70.6% of prospective elementary teacher students from the University of Borneo Tarakan want to participate in advancing Education in the border region by always enriching themselves with information.Abstrak: Setiap profesi pasti membutuhkan pembaharuan. Seseorang yang menggeluti sebuah profesi dituntut untuk kreatif, jika tidak ada pembaharuan maka secara hukum alam profesi tersebut akan tergerus oleh jaman. Penelitian ini akan memaparkan, (1)tantangan bagi mahasiswa calon guru untuk memahami peran mereka dan (2)potensi pendidikan di Kalimantan Utara yang memiliki kawasan perbatasan.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan suatu data dengan menyebarkan angket tertutup yang diisi oleh 17 responden yaitu mahasiswa PGSD Angkatan 2016 tentang tantangan yang dihadapi pasca melaksanakan PPL yang nantinya akan dievaluasi dan dapat digunakan sebagai bekal mereka sebagai agen perubahan di Kawasan Perbatasan. Dari hasil angket tertutup data responden berasal dari Tanjung selor terdapat 12%, Tanjung Palas 18%, Nunukan 29%, Malinau 12%, KTT 6%, Tarakan 12%, Sebatik 6%, Krayan 6%. Sebanyak 70,6% mahasiswa calon guru SD dari Universitas Borneo Tarakan ingin ikut serta memajukan Pendidikan di Kawasan perbatasan dengan selalu memperkaya diri terhadap informasi.
PERAN GURU DALAM MENGHADAPI KESULITAN BELAJAR SISWA Retti Indra Ruliyani; Desy Irsalina Savitri
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 (April 2023)
Publisher : FKIP-Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eduborneo.v10i1.3190

Abstract

Dalam proses pembelajaran di sekolah baik guru ataupun siswa pasti mengharapkan hasil yang terbaik. Namun pada kenyataannya, harapan tidak selamanya sesuai dengan apa yang diinginkan. Banyak terjadi di sekolah yang ada di Indonesia anak – anak mengalami hambatan – hambatan belajar yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar. Masih ada di antara peserta didik di Indonesia yang mendapatkan nilai di bawah standar sehingga nilai yang di peroleh dibawah standar yang telah ditentukan. Kesulitan belajar adalah kondisi siswa yang mengalami hambatan atau gangguan dalam belajar sehingga siswa tidak dapat belajar dengan baik. Kesulitan belajar bisa berasal faktor internal maupun faktor eksternal siswa. Hal ini menjadi tantangan untuk guru agar dapat membimbing dan mengarahkan siswa yang mengalami hambatan dalam belajar melalui peran guru di sekolah. Guru berperan membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Upaya yang dilakukan oleh guru seperti mengidentifikasi untuk menemukan siswa yang mengalmi kesulitan belajar, diagnosis untuk penentuan hasil pengolahan data siswa yang mengalami kesulitan belajar dan jenis kesulitan belajar siswa, prognosis untuk menyusun rencana tindak lanjut dan yang terakhir memberikan bantuan atau terapi kepada anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP SISWA PEREMPUAN SDN 050 TARAKAN Valentino Geotrinitas; Desy Irsalina Savitri
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 (April 2023)
Publisher : FKIP-Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eduborneo.v10i1.3191

Abstract

Sudah menjadi sebuah konsekuensi logis untuk bisa beradaptasi ketika kita mengikuti peradaban zaman yang semakin maju dan menjadi sebuah tuntutan wajib untuk bisa memberikan inovasi-inovasi kreatif terhadap perkembangan zaman yang terjadi agar tidak tergerus oleh hal-hal yang mengarah pada dampak negatif dari pengaruh globalisasi itu sendiri misalnya saja seperti lunturnya budaya lokal dan masuknya budaya asing yang kurang baik. Dalam ranah pendidikan penggunaan media sosial yang terlalu berlebihan serta kurangnya pengawasan terhadap pelajar dalam mengunakan media sosial tersebut bisa menjadikan karakter, moral dan etika pelajar menjadi buruk akibat konten-konten negatif yang mereka tonton. Di Indonesia sendiri aplikasi Tiktok pernah mengalami masa pembelokiran dan pemantauan sejak 3 juli 2018, namun dengan memenuhi 9 dari 10 syarat yang diberikan kementrian komunikasi dan informatika (kominfo) Tiktok mulai diizinkan lagi di Indonessia dan mengalami peningkatan jumlah penggunanya. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media sosial tiktok terhadap perilaku motivasi belajar, etika, dan moral siswa perempuan di SDN 050 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pengumpulan data melalui observasi dan kajian literasi. Teknik analisis data menggunakan kajian literatur referensi, mengenai hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial tiktok cenderung kepada penghiburan diri daripada menggunakan untuk penunjang belajar (motivasi belajar peserta didik).
Classical Services Using HOTS-Based Interactive Multimedia for Fifth-Grader of Elementary School Desy Irsalina Savitri; Dian Fitri Nur'aini; Kartini Kartini; Mety Toding Bua; Jhoni Eppendi; Nindya Adiasty
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i2.72206

Abstract

This research was initiated by the insufficient learning media used in the classical service process applied by teachers. Teachers should implement classical services since students are taking formal education in elementary schools as the right way to start using HOTS-based learning, which will develop students’ critical thinking skills. The learning media will assist the teacher in optimizing potential achievement. The interactive multimedia combines audio and visual media to help students use learning technology 4.0, think critically, and increase student interest in the learning process. This study was a descriptive quantitative method to describe the feasibility results of HOTS-based learning media. The criteria for multimedia eligibility level was around 81-100%, which is a very feasible criterion. This data was obtained from a questionnaire through Google Forms. The feasibility questionnaire analysis defined that the media is feasible to use, where the teachers' response was 87.6%, and the students were 87.3%.
TANTANGAN MAHASISWA CALON GURU SD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN PASCA PPL DI KAWASAN PERBATASAN DALAM MENGHADAPI ERA DIGITAL DAN MERDEKA BELAJAR Desy Irsalina Savitri
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdasborneo.v2i1.1449

Abstract

Abstract: Every profession definitely needs renewal. Someone who is involved in a profession is demanded to be creative, if there is no renewal then the natural law of the profession will be eroded by the times. This research will explain, (1) the challenges for prospective teacher students to understand their role and (2) the educational potential in North Kalimantan which has a border area. This study uses a quantitative method used to obtain data by distributing closed questionnaires filled in by 17 respondents, namely the 2016 PGSD students about challenges faced after implementing PPL which will be evaluated and can be used as their provisions as agents of changes in the Border Area. From the results of a closed questionnaire, respondents' data came from Tanjung Selor, which included 12%, Tanjung Palas 18%, Nunukan 29%, Malinau 12%, Summit 6%, Tarakan 12%, Sebatik 6%, Krayan 6%. As many as 70.6% of prospective elementary teacher students from the University of Borneo Tarakan want to participate in advancing Education in the border region by always enriching themselves with information.Abstrak: Setiap profesi pasti membutuhkan pembaharuan. Seseorang yang menggeluti sebuah profesi dituntut untuk kreatif, jika tidak ada pembaharuan maka secara hukum alam profesi tersebut akan tergerus oleh jaman. Penelitian ini akan memaparkan, (1)tantangan bagi mahasiswa calon guru untuk memahami peran mereka dan (2)potensi pendidikan di Kalimantan Utara yang memiliki kawasan perbatasan.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan suatu data dengan menyebarkan angket tertutup yang diisi oleh 17 responden yaitu mahasiswa PGSD Angkatan 2016 tentang tantangan yang dihadapi pasca melaksanakan PPL yang nantinya akan dievaluasi dan dapat digunakan sebagai bekal mereka sebagai agen perubahan di Kawasan Perbatasan. Dari hasil angket tertutup data responden berasal dari Tanjung selor terdapat 12%, Tanjung Palas 18%, Nunukan 29%, Malinau 12%, KTT 6%, Tarakan 12%, Sebatik 6%, Krayan 6%. Sebanyak 70,6% mahasiswa calon guru SD dari Universitas Borneo Tarakan ingin ikut serta memajukan Pendidikan di Kawasan perbatasan dengan selalu memperkaya diri terhadap informasi.
Penyuluhan Cermat dan Bijak Manajemen Keuangan Perputaran Uang di Kala Rupiah Melemah di SDN 042 Tarakan Desy Irsalina Savitri; Ratno Achyani; Nur Indah Mansyur; Witri Yuliawati
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/yw3abb40

Abstract

Nilai tukar rupiah yang melemah disertai dengan kenaikan harga barang menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan.  Situasi ini mendorong masyarakat untuk menunda konsumsi dan memprioritaskan kebutuhan pokok, meskipun pada saat yang sama tawaran pinjaman online (pinjol) semakin marak dan menarik. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga perlu diketahui oleh siswa sekolah dasar, mengingat ketidakpastian ekonomi keluarga dapat memengaruhi perilaku finansial anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui empat  tahapan, yaitu pra-sosialisasi pembukaan, kegiatan inti, dan penutupan. Dosen bersama mahasiswa yang mengampu mata kuliah PSEBKP melakukan sosialisasi pengabdian kepada siswa di SDN 042 Tarakan. Selain dari sarana untuk berinteraksi juga menjadi  tempat pelaksanaan pengabdian ini karena dengan adanya kegiatan ini siswa SD dapat memperoleh ilmu pengetahuan penggunaan uang secara bijak, terutama yang perlu diketahui anak SD saat ini menjadi sasaran utama pelaku pinjaman online (Pinjol) untuk kemudian digunakan membeli koin Game Online. Kegiatan pengabdian ini memberikan gambaran bahayanya penggunaan manajemen uang secara online, khususnya siswa di SDN 042 Tarakan.
Menjembatani Sunyi: Bahasa Isyarat Sebagai Upaya Membangun Komunikasi Inklusif Penyandang Tuli Desy Irsalina Savitri; Mety Toding Bua; Nindya Adiasti; Sucahyo Mas’an Al Wahid; Donna Rhamdan
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v8i1.23838

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar setiap individu dalam menjalani kehidupan sosial. Namun demikian, penyandang tuli sering menghadapi hambatan komunikasi dengan masyarakat umum karena keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kesenjangan komunikasi yang berdampak pada keterbatasan partisipasi sosial bagi penyandang tuli. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan bahasa isyarat dasar yang meliputi pengenalan alfabet isyarat, kosakata dasar, serta praktik komunikasi sederhana. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung antara peserta dan penyandang tuli. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya komunikasi inklusif serta meningkatnya kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa isyarat dasar. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, pelatihan bahasa isyarat dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.