Gagal ginjal kronik disebut juga chronic kidney disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan bersifat irreversibel dimana ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik untuk membersihkan darah sehingga terjadinya penumpukan limbah dan cairan di dalam darah dan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Secara global 7 dari 10 penyebab kematian adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi 74% dan angka kematiannya terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah. Di Indonesia pada tahun 2018 diketahui terdapat peningkatan PGK yang aktif menjalani hemodialisis dari 77.892 pasien pada tahun 2017 menjadi 132.142 pasien dan memerlukan penanganan hemodialisa untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Atas dasar tersebut, dilakukan penelitian pengaruh hemodialisa terhadap peningkatan status kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitian pra-experimental, dengan kajian studi yang dipilih one group pre-test-posttest design dengan sampel penelitian terdiri dari 30 orang pasien hemodialisa. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) untuk mengetahui tingkat kualitas hidup pasien hemodialisa. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian Hemodialisa Terhadap Peningkatan Status Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium Awal Di Ruang Hemodialisa RSUD Sanjiwani Gianyar.
Copyrights © 2025