Abstrak Kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional III (PENGMASNAS III) dilaksanakan di Desa Aneuk Laot, Kota Sabang, Aceh, sebagai respons terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) di wilayah kepulauan yang terbatas akses layanan kesehatannya. Kegiatan ini menggabungkan pendekatan edukasi kesehatan, skrining risiko PTM, dan penguatan kader lokal melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, Puskesmas setempat, pemerintah daerah, dan komunitas. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif dan berbasis komunitas, tanpa ketergantungan pada data kuantitatif, dengan fokus pada peningkatan literasi kesehatan dan keterlibatan aktif masyarakat. Hasil menunjukkan partisipasi tinggi dari masyarakat, terutama ibu dan remaja, serta temuan awal mengenai prevalensi risiko hipertensi dan obesitas sentral yang signifikan. Respons positif dari tokoh lokal dan pakar menegaskan relevansi kegiatan dengan kebutuhan lokal. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi jangka panjang, adaptasi logistik, dan pemberdayaan komunitas sebagai kunci keberlanjutan. Disimpulkan bahwa model pengabdian semacam ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah terpencil, dengan rekomendasi penguatan jejaring antara perguruan tinggi dan puskesmas serta pendirian pos kesehatan berbasis inovasi biomedis di Sabang sebagai pusat pembelajaran kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2025