Abstrak. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pengenalan budaya dan kebiasaan kehidupan dalam masyarakat Indonesia sehari- hari secara efektif dengan model pendampingan budaya berbasis experiential learning dengan harapan terhadap adanya peningkatan kemampuan interkultural setiap mahasiswa asing. Pengamatan efektifitas pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah dengan ukuran kualitatif-kuantitatif dengan 70 mahasiswa asing peserta Darmasiswa dan KNB dari 8 negara sebagai peseerta kegiatan, evaluasi didapat dan dilakukan melalui hasil kuesioner Intercultural Competence Scale, Focus Group Discussion, dan observasi partisipatif oleh beberapa dosen pendamping di lapangan. Pendampingan dilakukan melalui 4 alur kegiatan: pengenalan flora endemik Sulawesi, workshop pengenalan tenun tradisional, praktik dan pengenalan kuliner lokal, dan diskusi nilai budaya Bugis-Makassar tentang filosofi "sipakatau, sipakalebbi, sipakainge" yang menjadi bagian materi pada kegiatan community services tersebut, kegiatan menanam padi bersama warga dan partisipan. Dimana setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang budaya dan kebiasaan masyarakat Bugis Makassar secara baik dikalangan para mahasiswa asing tersebut melalui kuisioner evaluasi yang dilakukan yang meng evaluasi pada seluruh aspek kemampuan interkultural para mahasiswa peserta. Skor evaluasi rata-rata naik sebelum kegiatan dan pasca kegiatan dengan kategori Baik. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemahaman nilai budaya lokal, diikuti kemampuan bahasa Indonesia dasar. Evaluasi kualitatif menegaskan bahwa peran dosen sebagai mentor budaya dan penghubung ke komunitas lokal Denassa menjadi faktor kunci dalam meminimalkan hambatan bahasa dan stres akulturasi.Kata kunci: pendampingan dosen, mahasiswa asing, kemampuan interkultural, kearifan lokal, Denassa Botanical Garden
Copyrights © 2026