Pendidikan sering kali hanya dipahami dalam konteks pendidikan formal di sekolah, sementara peran pendidikan informal dalam keluarga dan pendidikan nonformal di masyarakat semakin terpinggirkan. Selain itu, perkembangan Teknologi 5.0 membuka dimensi baru dalam dunia pendidikan yang belum sepenuhnya diintegrasikan ke dalam ekosistem pendidikan secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam keempat pilar pendidikan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi pustaka melalui analisis terhadap 20 artikel jurnal terindeks Sinta yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama yang membentuk karakter dasar individu; (2) sekolah berperan mengembangkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terstruktur; (3) masyarakat menyediakan ruang belajar kontekstual dan pengalaman sosial yang memperluas wawasan; dan (4) Teknologi 5.0 berfungsi sebagai katalisator yang menghubungkan ketiga ranah tersebut secara adaptif dan humanistik. Implikasi penelitian ini mendorong pemangku kebijakan, pendidik, keluarga, dan peserta didik untuk berkolaborasi secara sinergis demi mewujudkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkompeten menghadapi tantangan abad ke-21.
Copyrights © 2026