Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Model Pembelajaran Kontekstual (CTL) dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak dan Berbicara Peserta Didik (BIPA) Eko Purwanto Mooduto; Herman Didipu
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 3, No 2 (2022): Vol. 3, No. 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v3i2.14904

Abstract

Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran kontekstual (CTL) dalam meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik BIPA, (2) mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran kontekstual (CTL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik BIPA. Pembahasan dalam artikel ini menjelaskan bahwa model pembelajaran BIPA merupakan sebuah rancangan yang dijadikan pedoman oleh pendidik untuk dapat membuat peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran. Adapun penggunaan penggunaan model pembelajaran kontekstual (CTL) BIPA dapat diintegrasikan dengan pembelajaran menyimak dan berbicara pada peserta didik BIPA melalui materi pembelajaran dialog dan pembelajaran wacana kegiatan sehari-hari yang meliputi: berita atau media elektronik dan percakapan kerumunan masyarakat.
Peran Bahasa Indonesia dalam Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan di Perusahaan Nasional PT Indomarco Prismatama Cabang Gorontalo Meilina Widya Dali; Mohamad Aymar; Farel Hasan; Salwa Anita Panto; Prisqila Nera Kaesang; Sintia Sintia; Mutya Zahra Radjulani; Nur Ain Sabidullah; Rahmiyati Inaku; Dita Salsabila Muhsin; Syeril Ana Tasya Harun; Fatmah Zahratusyita Umar; Yunita Putri Rahma Saini; Eko Purwanto Mooduto
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i1.2208

Abstract

Indonesian as the official language of the country plays a strategic role in the professional environment, especially in corporate human resource management. This study aims to identify the role of the Indonesian language in the employee recruitment and selection process at PT Indomarco Prismatama, a national company with a branch in Gorontalo. The research method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results show that Indonesian is not only a medium of communication but also a tool to maintain professionalism, convey company values accurately, and build a positive corporate image. The use of standard Indonesian in job advertisements, interviews, and official correspondence ensures clarity and fairness for all candidates. Therefore, the Indonesian language plays a crucial role in attracting qualified talent and supporting the company's human resource objectives.
Sinergi Empat Pilar Pendidikan: Keluarga, Sekolah, Masyarakat, dan Teknologi 5.0 Angga Fajar Ramadhan; Muhammad Alhadika; Eko Purwanto Mooduto; Ervin Nuriana
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 7 No 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1, JUNI TAHUN 2026
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jeej.v7i1.4846

Abstract

Pendidikan sering kali hanya dipahami dalam konteks pendidikan formal di sekolah, sementara peran pendidikan informal dalam keluarga dan pendidikan nonformal di masyarakat semakin terpinggirkan. Selain itu, perkembangan Teknologi 5.0 membuka dimensi baru dalam dunia pendidikan yang belum sepenuhnya diintegrasikan ke dalam ekosistem pendidikan secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam keempat pilar pendidikan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi pustaka melalui analisis terhadap 20 artikel jurnal terindeks Sinta yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama yang membentuk karakter dasar individu; (2) sekolah berperan mengembangkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terstruktur; (3) masyarakat menyediakan ruang belajar kontekstual dan pengalaman sosial yang memperluas wawasan; dan (4) Teknologi 5.0 berfungsi sebagai katalisator yang menghubungkan ketiga ranah tersebut secara adaptif dan humanistik. Implikasi penelitian ini mendorong pemangku kebijakan, pendidik, keluarga, dan peserta didik untuk berkolaborasi secara sinergis demi mewujudkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkompeten menghadapi tantangan abad ke-21.