Pembelajaran IPA saat ini cenderung berfokus pada teori dan hafalan konsep, sehingga peserta didik kesulitan memahami materi lingkungan yang kompleks serta menghubungkannya dengan fenomena nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis ekokimia pada materi ekosistem dan pencemaran lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan melibatkan sampel 60 peserta didik SMP yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert 5 tingkat dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta perangkat lunak KH Coder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator analisis kebutuhan berada pada kategori sangat tinggi (81%–100%). Analisis KH Coder memperkuat temuan tersebut melalui kemunculan klaster konsep utama, yaitu “media–digital–interaktif–teknologi” dan “lingkungan–ekosistem–pencemaran–literasi”. Klaster tersebut menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media digital interaktif berupa simulasi dan video untuk memvisualisasikan fenomena lingkungan yang abstrak menjadi lebih konkret. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis ekokimia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, dan literasi lingkungan peserta didik.
Copyrights © 2026