Bahasa memiliki peran penting sebagai alat komunikasi dan indikator kredibilitas suatu lembaga, termasuk media massa. Penelitian ini berangkat dari urgensi media, seperti Majalah Tebuireng, untuk menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah baku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa dalam Majalah Tebuireng edisi 97, 98, dan 99, dengan fokus pada kesalahan morfologi, kata tidak baku, dan penulisan kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan menyimak dan mencatat semua kesalahan dari keseluruhan teks majalah. Analisis data menggunakan pendekatan Analisis Kesalahan Berbahasa (AKB) dengan tahapan analisis interaktif. Hasil penelitian menemukan total 24 data kesalahan berbahasa. Kesalahan yang paling dominan adalah penggunaan kata tidak baku (10 data), diikuti oleh kesalahan morfologi (7 data), dan kesalahan penulisan kata (7 data). Kesalahan morfologi didominasi oleh ketidakluruhan fonem pada prefiks meN- dan peN- (seperti mengkaitkan dan pengkultusan) serta ketidaktepatan konfiks ke-an (seperti kasepuhan). Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan fungsi kontrol dan penyuntingan yang lebih ketat oleh redaksi majalah guna meningkatkan mutu kebahasaan publikasi media pesantren
Copyrights © 2025