Fadhilasari, Icha
Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS STRUKTURAL DAN SEMIOTIK DALAM SAJAK “TUJUAN KITA SATU IBU” KARYA WIJI TUKUL Fadhilasari, Icha; Shofiani, Arisni Kholifatu Amalia
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i1.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur struktural dan unsur semiotik pada sajak “Tujuan Kita Satu Ibu” karya Wiji Thukul. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Data penelitian ini berupa kata-kata yang mengandung unsur struktural dan unsur semiotik pada sajak “Tujuan Kita Satu Ibu” karya Wiji Thukul. Sedangkan sumber data pada penelitian ini yaitu karya sastra puisi karya Wiji Thukul yang berjudul “Tujuan Kita Satu Ibu” dalam antologi puisi  Aku Ingin Jadi Peluru, 2000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur struktural pada pada sajak “Tujuan Kita Satu Ibu” karya Wiji Thukul berupa kekohesifan atau kepaduan pilihan kata, gaya bahasa (majas), kepaduan makna serta struktur susunan kalimat. Sedangkan pada unsur semiotik terdapat tanda berupa ikon, indeks dan simbol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  pemakaian sarana kebahasaan yang disajikan Wiji Thukul dalam sajak “Tujuan Kita Satu Ibu” menunjukkan adanya struktural secara kohesif dan koheren serta pemakaian lambang, ikon, dan simbol sebagai bentuk yang kompleks, menjadikan  jalinan yang menjalin makna antar bait sehingga menimbulkan efek yang kaya akan makna.
Legenda Kolam Petirtaan di Kabupaten Mojokerto: Kajian Sosiologi Sastra Lisan Icha Fadhilasari
SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.94 KB) | DOI: 10.15642/suluk.2019.1.1.19-30

Abstract

Oral stories in the form of legend which spread in Mojokerto, is one form of oral literature which is inherited from generation to generation. The study of the Legend of Kolam Petirtaan in Mojokerto includes three objects, namely: (1) Kolam Segaran, (2) Kolam Candi Tikus, (3) Kolam Candi Jalatunda. This study aims to find (1) the structure of the Legend of Kolam Petirtaan; Kolam Candi Tikus; and Kolam Candi Jalatunda, (2) the social function of the Legend of Kolam Segaran; Kolam Candi Tikus; and Kolam Candi Jalatunda, and (3) the public trust towards the Legend of Kolam Segaran; Kolam Candi Tikus; and Kolam Candi Jalatunda. This study uses qualitative research methods based on literature and field data. Field data were obtained from data sources in Trowulan Village, Trowulan District, Mojokerto Regency and Seloliman Village, Trawas District, Mojokerto Regency. The location is a legacy of the kingdom of Majapahit and the Kingdom of Kahuripan. Data collection of this study was obtained through observation techniques, interviews, recording, writing, documentation, and transcription. Overall, it can be seen that, the Legend of Kolam Segaran; Kolam Candi Tikus; and Kolam Candi Jalatunda has the structure, social function and valuable public trust and are still trusted by the local community.
Nilai Budaya dan Sistem Kepercayaan dalam Legenda Raden Ayu Oncattondo Wurung: Kajian Folklor Icha Fadhilasari; Mohamad Nizar Rahmanto
SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.949 KB) | DOI: 10.15642/suluk.2021.3.1.34-45

Abstract

Legenda merupakan bagian dari folklor lisan yang tidak hanya menggambarkan kisah-kisah kolektif suatu kelompok masyarakat tetapi juga mengandung anasir sejarah. Legenda dapat mencerminkan kebudayaan sebuah komunitas kultural. Legenda Raden Ayu Oncattondo Wurung merupakan salah satu folklor lisan yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat di sekitar Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi, nilai budaya dan sistem kepercayaan pada sosok Raden Ayu Oncattondo Wurung terkait masyarakat di Terung Wetan, Krian, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Dalam pengumpulan data dilakukan pengamatan dan wawancara kepada beberapa tokoh masyarakat dan warga setempat. Hasilnya diketahui asal-usul Raden Ayu Oncattondo Wurung. Selanjutnya, dapat dipahami fungsi, nilai budaya dan sistem kepercayaan terkait legenda tersebut sehubungan dengan masyarakat setempat. Legenda tersebut memiliki dua fungsi yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat. Nilai budaya pada legenda tersebut menjadi acuan tingkah laku masyarakat setempat. Nilai budaya dalam penelitian ini difokuskan pada nilai rohani, yakni: 1) kebenaran, 2) keindahan, 3) kebaikan, dan 4) nilai religius.
GANGGUAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGIS PADA TUTURAN PENDERITA STROKE ISKEMIK: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Icha Fadhilasari
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.5533

Abstract

ABSTRAK: Gangguan berbahasa (language disorders) jauh lebih kompleks dibandingkan gangguan wicara (speech disorders). Gangguan berbahasa dalam istilah medis disebut afasia. Penderita akan mengalami kesulitan berkomunikasi serta cenderung gagal dalam menerapkan kemampuan berbahasa. Imbasnya, penderita gangguan ini akan mengalami deviasi atau penyimpangan linguistis. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mendeskripsikan gangguan berbahasa yang dialami pasien stroke iskemik. Gejala yang paling tampak pada penderita stroke iskemik sangat khas, yakni penyimpangan tataran fonologis. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif kajian ini menempatkan subjek penderita gangguan hemisfer kiri, di mana bagian tersebut dalam kajian neurolinguitik memiliki fungsi sebagai pengolah kemampuan linguistik seseorang, seperti fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantis. Data penelitian ini berupa tuturan seorang subjek penelitian yang mengalami stroke iskemik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekam, catat, wawancara dan elitasi menggunakan media gambar dan daftar pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penyimpangan tataran fonologis, antara lain (1) penghilangan atau penyederhanaan fonem, (2) penggantian fonem, dan (3) ketidakberaturan pada tuturan penderita stroke iskemik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gangguan berbahasa tataran fonologis merupakan bentuk kesalahan dan/atau penyimpangan yang terjadi pada seseorang penderita stroke iskemik yang disebabkan oleh kerusakan lesi kortikal di otak kiri, tepatnya di daerah broca, yang mengkhususkan diri dalam tugas-tugas pemroduksian bahasa.KATA KUNCI: Afasia; gangguan bahasa; penyimpangan fonologis; psikolinguistik; stroke iskemik.  PHONOLOGICAL LANGUAGE DISORDERS IN ISCEMIC STROKE PATIENTS: A PSYCHOLINGUISTIC STUDY ABSTRACT: Language disorders are much more complex than speech disorders. Language disorders in medical terms are called aphasia. Patients will have difficulty communicating and tend to fail in applying language skills. As a result, people with this disorder will experience linguistic deviations or deviations. This study aims to classify and describe language disorders experienced by ischemic stroke patients. The most visible symptom in ischemic stroke patients is very typical, namely phonological level deviations. By using a descriptive-qualitative method, this study places the subject with left hemisphere disorders, where this section in neurolinguistic studies has a function as a processing of one's linguistic abilities, such as phonological, morphological, syntactic, and semantic. The data of this research is the speech of a research subject who experienced an ischemic stroke. Data was collected by using observation, recording, note-taking, interviewing and elicitation techniques using picture media and a list of questions. The results of this study indicate that there are deviations at the phonological level, including (1) omission or simplification of phonemes, (2) replacement of phonemes, and (3) irregularities in the speech of ischemic stroke sufferers. So it can be concluded that language disorders at the phonological level are a form of errors and/or deviations that occur in a person with ischemic stroke caused by damage to cortical lesions in the left brain, precisely in Broca's area, which specializes in language production tasks.KEYWORDS: Aphasia; language disorders; phonological aberrations; psycholinguistics; ischemic stroke.
LEGENDA PETIRTAAN DALAM KEPERCAYAAN DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MOJOKERTO: KAJIAN FOLKLOR Icha Fadhilasari
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v9i4.2205

Abstract

Setiap daerah di Indonesia menyimpan sastra lisan. Sebagai khazanah, kebudayaan lisan tersebut belum tervitalisasi dan terdokumentasi dengan baik sehingga banyak anggota masyarakat yang belum mengetahui. Kabupaten Mojokerto meruapakan salah satu basis kultural lisan di Nusantara. Hal ini Wajar mengingat wilayah ini menjadi bagian inti dari sebuah kerajaan besar Nusantara pernah berdiri jaya, Majapahit. Daerah ini mempunyai kekayaan budaya, salah satunya adalah sastra lisan berupa legenda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan legenda petirtaan dalam kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, perekaman, catat dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa legenda petirtaan yang meliputi: (1) Kolam Candi Tikus, (2) Kolam Segaran, dan (3) Kolam Candi Jalatunda memiliki kearifan lokal dan kepercayaan yang dianut masyarakat Mojokerto pada legenda tersebut agar nilai-nilai yang tergandung tidak punah. Sastra lisan terutama legenda mempunyai fungsi dan kedudukan yang penting, sehingga perlu diselamatkan dan dipelihara untuk meningkatkan pembinaan dan pemelihara nasional.
DEVIASI LINGUISTIS PADA TUTURAN PENDERITA AFASIA BROCA AKIBAT STROKE Icha Fadhilasari
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejala utama pada penderita afasia broca adalah kesulitan dalam bertutur yang dapat terjadi dalam berbagai derajat keparahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap derajat keparahan gangguan berbahasa yang diderita seorang penderita afasia broca akibat stroke, terutama dari segi linguistiknya. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk dikaji gangguan berbahasa yang diakibatkan oleh stroke. Hal ini dilakukan karena afasia pada penderita stroke mempunyai permasalahan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi sehari-hari yang tidak lancar, peneliti ingin mengkaji tuturan-tuturan yang terjadi deviasi atau penyimpangan linguistik seperti bentuk fonologis, morfologis, dan sintaksis pada tuturan penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran fonologi pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, (2) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran morfologis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, dan (3) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran sintaksis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua penderita afasia broca akibat stroke iskemik dan hemoragik. Data berupa tuturan dari kedua penderita afasia broca tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekam, catat, wawancara dan elitasi menggunakan media gambar dan daftar pertanyaan. Data berupa tuturan kedua afasia broca akibat stroke tersebut ditranskipkan menggunakan transkipsi fonetis. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa deviasi linguistis pada pada tuturan penderita afasia broca yang secara fonologis bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh penderita afasia broca akibat stroke memang tidak seluruhnya mengalami gangguan. Terdapat 4 hal yang dilakukan kedua subjek dalam menuturkan kata-kata yang diujarkan, yaitu penghilangan atau penyederhanaan, penambahan, penggantian, dan ketidakberaturan. Hal tersebut membuat lawan tutur maupun pendengar yang lain kemungkinan tidak memahami apa yang dituturkan oleh kedua subjek. Kedua subjek tidak konsisten dalam pengucapan bunyi dan terkadang memproduksi bunyi-bunyi tidak jelas. Secara morfologis ada beberapa deviasi yang teridentifikasi dalam penelitian. Deviasi morfologis yang dialami kedua subjek yaitu mengenai penggunaan afiksasi dalam tuturannya yang meliputi, prefiks dan sufiks saja, selanjutnya penggunaan reduplikasi, bentuk dasar, dan konjungsi. Tidak banyak deviasi morfologis yang dilakukan karena subjek lebih sering menggunakan bentuk dasar. Klitika, partikel, kata penunjuk, interjeksi masih dihasilkan dengan baik dalam tuturan kedua subjek. Secara sintaksis, hal yang paling menonjol dari kemampuan sintaksis kedua penderita adalah pelesapan unsur subjek., kedua subjek lebih sering menggunakan kalimat sederhana. Deviasi sintaksis yang sering dilakukan kedua subjek diantaranya ambiguistas kalimat yang dituturkan. Kata Kunci: Deviasi lingusitik, tuturan, afasia broca akibat stroke.
Implikatur Percakapan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon Chrissanty Hiariej; Icha Fadhilasari
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Kode: Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.278 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v11i1.33493

Abstract

Implikatur percakapan sebagai sarana pengkajian ilmu pragmatik selalu dikembangkan dalam fenomena kebahasaan berupa tuturan. Implikatur yang muncul pada tiap tuturan pun beebeda bedasarkan pada objek dan subjek yang berbeda. oleh karena itu gejala dan analisis juga berbeda sesuai konteks dan penggunaannya. Penelitian yang dilakukan ini merupakan salah satu penerapan kajian pragmatik khususnya implikatur percakapan. Penelitian ini difokuskan pada implikatur percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon dengan rumusan masalah penelitian yaitu bagaimanakah implikatur percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implikatur percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang didasarkan pada ciri-ciri penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah data verbal, yaitu tuturan mahasiswa. Sedangkan sumber data adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti. Teknik yang dipakai dalam pangumpulan data Implikatur pada mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik rekaman, teknik catatan lapangan, dan teknik dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan tujuh implikasi pragmatis implikatur percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon, yakni: implikasi pragmatis perintah, permintaan, penolakan, mengingatkan, mengajak, menginformasikan fakta, mengusulkan, dan menyatakan kebiasaan. Tidak hanya berupa implikasi dalam implikatur percakapan mahasiswa Program Studi yang bervariasi saja, tetapi juga ditemukan adanya kemunculan pertukaran tuturan yang menghasilkan lebih dari satu implikatur percakapan sekaligus dalam sebuah konteks tuturan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpatti Ambon.
ANALISIS STRUKTURAL LEVI-STRAUSS PADA MITOS BUJUK AGUNG Akhmad Rifa'i; Icha Fadhilasari
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i2.2494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk miteme pada struktur cerita, episode dan oposisi biner, wujud konflik sosial pada tokoh dan penegasan nilai utama dalam mitos Bujuk Agung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualittaif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan informan yang mengetahui tentang mitos Bujuk Agung. Hasil penelitian ini ditemukan 30 bentuk miteme cerita dari mitos Bujuk Agung yang merupakan inti cerita penting dari keseluruhan mitos tersebut, 5 episode dan oposisi biner, wujud konflik sosial yang terdapat pada setiap penokohan, dan penegasan nilai utama pada tokoh utama dalam mitos Bujuk Agung. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menggunakan teori Levi-Strauss guna menguraikan cerita penting yang terdapat dari cerita keseluruhan agar mempermudah menemukan inti cerita.
BENTUK DAN FUNGSI MITOS JUK RAMA KAE DI KABUPATEN SITUBONDO Ahmad Rifa’i; Icha Fadhilasari; Eko Cahyo Prawoto
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.817 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.143

Abstract

Mitos merupakan bentuk warisan budaya lokal yang perlu diselamatkan. Mitos mengenai cerita kepahlawanan yang berada dipelosok daerah khususnya di Desa Wonokoyo Situbondo merupakan bentuk budaya yang kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi mitos Juk Rama Kae di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang terdiri dari perilaku-perilaku yang dapat diamati. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. Data penelitian ini berupa tuturan lisan atau informasi dari informan yang mengerti cerita mitos  Juk Rama Kae , sedangkan sumber data penelitian dari sesepuh Desa Wonokoyo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, simak, observasi dan catat. Sedangkan teknik analisis data menggunakan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi hasil. Hasil penelitian ini berupa 1) bentuk cerita mitos Juk Rama Kae, 2) Fungsi mitos Juk Rama Kae pada masyarakat kolektifnya. Pembaharuan pada penelitian ini dengan penelitian mitos lainnya yaitu terletak pada cara pewarisan mitos Juk Rama Kae pada masyarakat Desa Wonokoyo Situbondo. Kajian ini juga membahas  mengenai cara pewarisan mitos agar tidak punah dan tergerus oleh zaman agar dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar sampai saat ini. Dapat disimpulkan bahwa dalam mitos Juk Rama Kae disini dapat difungsikan sebagai upaya untuk memapankan tatanan sosial dengan adanya pengukuhan berbagai aturan adat yang bersumber dari mitos Juk rama kae yang ada dalam masyarakat Desa Wonokoyo. Aturan-aturan tersebut diciptakan dengan tujuan membatasi prilaku menyimpang yang dilakukan oleh sebagian masyarakat serta dapat menjadi sumber pola tindakan masyarakat dalam berinteraksi sosial.
Konstruksi Idiomatik dalam Pemberitaan Surat Kabar: Bentuk dan Makna Idiom Pada Narasi Berita Metropolis-Jawa Pos: Kajian Semantik Nuzurul Rochmah; Lia Apriliyanti; Icha Fadhilasari
SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2022.4.1.57-69

Abstract

Pemberitaan dalam surat kabar kerapkali menggunakan idiom sebagai pilihan bentuk dalam narasi berita media massa. Pemanfaatan konstruksi idiomatis tersebut tak lepas dari langgam berita yang meniscayakan keefisienan dan keefektifan ekspresi. Bentuk idiom digunakan agar sesuatu (berita) dapat disampaikan secara singkat, padat, lugas, dan tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna idiom sekaligus kategori unsur yang membentuknya. Adapun material pemberitaan yang dijadikan sumber data penelitian bersumber pada surat kabar Jawa Pos segmen Metropolis edisi 22-24 Maret 2022, khususnya kutipan artikel yang mengandung makna idiomatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan dengan teknik catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan makna idiomatik pada pemberitaan atau artikel yang berjumlah total 109 artikel, terdapat 23 artikel yang mengandung makna idiomatik dengan jumlah idiom sebanyak 25 ungkapan. Dari jumlah makna idiomatik yang ditemukan, terdapat 9 idiom pada edisi 22 Maret 2022 berupa 5 bentuk idiom penuh dan 4 bentuk idiom sebagian. Pada edisi 23 Maret 2022 terdapat 8 makna idiomatik berupa 4 bentuk idiom penuh dan 4 bentuk idiom sebagian. Sedangkan pada edisi 24 Maret 2022 terdapat 8 makna idiom berupa 1 bentuk idiom penuh dan 7 bentuk idiom sebagian. Dari data yang ditemukan, akhirnya dapat ditarik kesimpulan penggunaan idiom pada surat kabar seringkali diperlukan guna mengungkapkan konsep-konsep dengan penjelasan yang panjang, melalui idiom tersebut konsep-konsep suatu kata dapat disampaikan dengan singkat dan jelas.