Renang gaya kupu-kupu merupakan salah satu gaya renang yang membutuhkan dukungan komponen fisik yang kompleks, terutama kelentukan togok dan sendi bahu, karena gerakan gelombang tubuh dan tarikan lengan dilakukan secara bersamaan dan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelentukan togok dan kelentukan sendi bahu dengan kecepatan renang gaya kupu-kupu 25 meter. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 30 atlet Cenderawasih Swimming Club yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data kelentukan togok diperoleh melalui trunk and neck static flexibility test, data kelentukan sendi bahu diperoleh melalui static flexibility test-shoulder and wrist, dan data kecepatan renang diperoleh melalui tes renang gaya kupu-kupu jarak 25 meter. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment dan analisis regresi berganda pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kelentukan togok dengan kecepatan renang gaya kupu-kupu (p = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara kelentukan sendi bahu dengan kecepatan renang gaya kupu-kupu (p = 0,000), serta terdapat hubungan yang signifikan antara kelentukan togok dan kelentukan sendi bahu secara bersama-sama dengan kecepatan renang gaya kupu-kupu (R Square = 0,507; p = 0,000). Kelentukan togok dan sendi bahu secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 50,7% terhadap kecepatan renang 25 meter gaya kupu-kupu, sedangkan 49,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Disimpulkan bahwa peningkatan kelentukan togok dan lengan perlu menjadi perhatian khusus dalam program latihan untuk meningkatkan kecepatan renang gaya kupu-kupu.
Copyrights © 2026