Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter siswa melalui nilai kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan sosial dan budaya peserta didik. Penelitian bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri Tremas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal berlangsung melalui pembiasaan, keteladanan guru, keterlibatan siswa, interaksi sosial, dan penguatan perilaku dalam budaya sekolah. Nilai religius menjadi nilai dominan melalui Ngaji Adab Santri, pembacaan Asmaul Husna, salat berjamaah, dan Sedekah Jum’at. Nilai gotong royong, tanggung jawab, disiplin, kesantunan, dan kepedulian sosial diperkuat melalui piket kelas, kerja bakti, dan kegiatan sosial. Proses tersebut didukung konsistensi budaya sekolah dan keteladanan guru, tetapi menghadapi keberagaman latar belakang serta perbedaan pengalaman siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat menjadi basis pendidikan karakter ketika diintegrasikan secara konsisten dalam pengalaman sosial dan budaya siswa.
Copyrights © 2026