Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, pola, dan tingkat ketergantungan siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dihimpun melalui observasi nonpartisipatif, wawancara terstruktur terhadap lima siswa kelas XI Perhotelan 3, serta dokumentasi, kemudian diperiksa keabsahannya melalui triangulasi teknik dan dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan menggunakan lebih dari satu platform AI dengan intensitas tinggi pada tugas berbasis penulisan teks, sehingga AI bergeser posisinya dari alat bantu menjadi rujukan utama, sementara sumber belajar konvensional hanya difungsikan sebagai cadangan. Ketergantungan yang terbentuk bersifat fungsional sekaligus psikologis, karena siswa tetap memeriksa dan memparafrasekan hasil AI, tetapi pemeriksaan tersebut cenderung permukaan. Dampak ketergantungan bersifat asimetris terhadap empat keterampilan berbahasa: keterampilan menulis mengalami stagnasi kemandirian, keterampilan membaca bergeser orientasinya menjadi verifikasi jawaban, sedangkan keterampilan menyimak dan berbicara relatif tidak terpengaruh.
Copyrights © 2026