Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala dalam membekali life skill penyandang disabilitas ganda pada tahun 1983–1990. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya sistem pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda di Indonesia pada masa Orde Baru sehingga Yayasan Dwituna Rawinala berperan sebagai lembaga pelopor dalam pengembangan pendidikan khusus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui arsip, dokumen, surat kabar, wawancara, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal perkembangannya Yayasan Dwituna Rawinala mengalami keterbatasan kurikulum, tenaga pendidik, dan sarana pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, yayasan mengadaptasi berbagai kurikulum hingga berhasil mengembangkan kurikulum berbasis life skill yang berfokus pada kemampuan merawat diri, komunikasi, orientasi mobilitas, dan kemandirian peserta didik. Sistem pendidikan tersebut menjadi dasar pengembangan pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan khusus di Indonesia.
Copyrights © 2026