Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DISPLAY Agus Rustamana; Christal Augustine; Kennedy Hasiholan Sianturi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i8.991

Abstract

Untuk mencapai tingkat keahlian siswa, guru sering menghadapi kesulitan selama proses pengajaran, terutama dalam memilih dan menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat. Bahan ajar merujuk kepada segala jenis materi, sumber, atau alat yang dipergunakan oleh guru atau peserta didik sebagai penunjang dalam proses pembelajaran. Ini melibatkan buku teks, modul, presentasi, video pembelajaran, perangkat lunak pendidikan, dan berbagai sumber daya lainnya yang dirancang untuk mempermudah pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Dalam penulisan jurnal ini, penulis menggunakan metode studi literatur dengan merujuk pada beberapa referensi untuk mengolah informasi yang telah dikumpulkan. Metode ini bersifat kualitatif karena menghasilkan data berupa uraian kata-kata atau deskripsi setelah pengolahan. Berdasarkan penelitian, bahan ajar display dibagi menjadi 4 jenis, yaitu Flipchart, Adhesive, Chart dan Wallchart, serta Gambar.
Perkembangan Sistem Pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala Dalam Membekali Life Skill Disabilitas Ganda 1983–1990 Kennedy Hasiholan Sianturi; Yuni Maryuni; Rikza Fauzan
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala dalam membekali life skill penyandang disabilitas ganda pada tahun 1983–1990. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya sistem pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda di Indonesia pada masa Orde Baru sehingga Yayasan Dwituna Rawinala berperan sebagai lembaga pelopor dalam pengembangan pendidikan khusus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui arsip, dokumen, surat kabar, wawancara, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal perkembangannya Yayasan Dwituna Rawinala mengalami keterbatasan kurikulum, tenaga pendidik, dan sarana pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, yayasan mengadaptasi berbagai kurikulum hingga berhasil mengembangkan kurikulum berbasis life skill yang berfokus pada kemampuan merawat diri, komunikasi, orientasi mobilitas, dan kemandirian peserta didik. Sistem pendidikan tersebut menjadi dasar pengembangan pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan khusus di Indonesia.